Kejari Lampung Tengah Gelar Sidang Kedua Kasus Pembunuhan Berencana Abdul Rahman Dan Edison Raka

911

dutapublik.com, LAMPUNG TENGAH – Sebanyak 15 orang menjadi Tersangka dalam kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Abdul Rahman (60) Warga Kampung Bumi Aji dan Edison Raka (40) Warga Kampung Haji Pemanggilan Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, pada Januari 2021 lalu.

Hal ini diungkapkan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Lampung Tengah Rizka Nurdiansyah, S.H., usai menjalani sidang kedua mendegarkan keterangan saksi-saksi di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Gunung Sugih, pada Kamis (8/7).

Rizka menjelaskan, dari 15 Tersangka tersebut 10 orang dikenakan pasal 338 tentang pembunuhan dan 5 orang lainnya dikenakan pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi di Persidangan sudah mengarah bahwa para Terdakwa melakukan pembacokannya,” kata Riska.

Sementara untuk perkara 365, agenda sidang ditunda lantaran para saksi belum siap memberikan keterangan dalam Persidangan.

Sidang untuk perkara 365 sementara ditunda, dan akan dilanjutkan pada Senin, 12/7/2021 mendatang,” ujarnya.

Berikut nama-nama tersangka dalam kasus pembunuhan berencana tersebut. 10 Tersangka yang dikenakan pasal 338, antara lain Ali Bastari Glr Si Pahit Lidah, Hasan Basri, Wahid, Ahmad Yunus, Harun, Zulkifli, Yulianto, Muhidin, Zainal Abidin dan M. Rohim. Sedangkan 5 Tersangka yang dikenakan pasal 365, antara lain Suep alias Prima, Amirdin, Masrul, Suhada dan Fauzan.

Baca Juga:  Jalin Sinergi, KPK-Kejaksaan Tangkap DPO Terpidana Korupsi Rp18,5 Miliar Deni Gumelar

Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Abdul Rahman (60) Warga Kampung Bumi Aji dan Edison Raka (40) Warga Kampung Haji Pemanggilan Kecamatan Anak Tuha Kabupaten Lampung Tengah beberapa waktu lalu memasuki babak baru.

Diketahui setelah adanya Agenda Sidang Perdana Mendengarkan Dakwaan dari Penuntut Umum, yang digelar di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Gunung Sugih Lampung Tengah, pada Kamis (1/7) lalu.

Humas PN Gunung Sugih Aristian Akbar mengatakan, sidang perdana untuk mendengarkan dakwaan dari Penuntut Umum tersebut berjalan lancar sampai dengan selesai.

“Dalam sidang, dakwaan akan dibacakan apa yang didakwakan kepada para Terdakwa. Kemudian akan diminta pendapat kepada Terdakwa apakah keberatan atau mengajukan eksepsi terhadap apa yang didakwakan kepada dirinya,” ujarnya, kepada sejumlah media di ruang Mediasi PN Gunung Sugih.

Sementara itu, Deby Oktarian selaku Pengacara Korban meminta agar Aparat Penegak Hukum, khususnya Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Lampung Tengah untuk memutuskan perkara dugaan pembunuhan tersebut dengan seberat-beratnya.

“Kami minta pihak Kejaksaan dan Pengadilan Negeri dapat memutuskan perkara ini dengan seberat beratnya dan seadil-adilnya. Dikarenakan Korban ini merupakan Tulang Punggung Keluarga dan masih mempunyai anak yang masih kecil,” tegasnya, yang mewakili Keluarga Korban.

Baca Juga:  Dampingi Warga Perum Guru Sukarame, DPP KAMPUD Kirim Keluhan Pelanggan Ke Kantor PDAM Way Rilau

Terkait dengan adanya dugaan pembunuhan berencana, Deby juga berharap Aparat Penegak Hukum (APH) dapat memberikan penjelasan dengan sebenar-benaranya.

“Ini kan pembunuhan berencana, kenapa hanya pasal 338 yang disangkakan kepada para Tersangka. Saya tau persis perkara ini, karena saya bersama rekan-rekan Peradi di Bandar Lampung memberikan pendampingan hukum kepada Korban mulai dari awal sampai dengan selesai,” ungkapnya.

“Dan ini dikuatkan dengan adanya temuan dilapangan. Disitu ada absensi pengumpulan massa untuk melakukan penyerangan terhadap Korban dilokasi TKP. Kita juga sudah beritahukan kepada pihak Kepolisian, bahwa sebelum terjadi pembunuhan memang sudah direncanakan, dan sudah ada tanda tangan para Tersangka yang dilampiran dalam absensi untuk mengumpulkan massa,” lanjutnya.

Kemudian, ungkap Deby, ada salah satu Pelaku yang belum ditetapkan sebagai Tersangka. Oleh karena itu dia meminta agar pihak Kepolisian segera menangkap DPO tersebut.

“Sampai saat ini belum ditangkap, dan disinyalir pelaku masih berada di Lampung Tengah. Dan kami telah berupaya memberitahu pihak Kepolisian. Untuk langkah selanjutnya kami akan bersurat ke Komnasham dan Kejaksaan Agung RI terkait hal ini,” pungkasnya . (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *