Desa Lemahduhur Digegerkan Peristiwa Jelang HUT RI: Ketua RT Mengaku Dipukuli Kades Saat Piket Malam

2

dutapublik.com, KARAWANG – Informasi tidak sedap menyeruak ke publik di tengah persiapan masyarakat Indonesia menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Seorang warga Desa Lemahduhur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, yang diketahui menjabat sebagai Ketua RT, mengaku mengalami perlakuan kasar saat menjalankan piket malam di rumah pribadi Kepala Desa Lemahduhur, Agus Hasan.

Ketua RT tersebut, Usin alias Kuntet, mengaku mendapat perlakuan kasar berupa pemukulan menggunakan tangan secara berulang kali ketika dirinya membukakan pintu gerbang rumah kepala desa pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut pengakuan Usin, saat kejadian terdapat seorang rekannya yang juga merupakan Ketua RT dan disebut menyaksikan peristiwa tersebut. Usin juga menyebut, berdasarkan kondisi saat kejadian, pelaku diduga berada dalam pengaruh minuman beralkohol. Namun, hal tersebut masih sebatas pengakuan korban dan memerlukan klarifikasi serta pembuktian lebih lanjut.

Baca Juga:  Hindari Pengendara Motor Elf Terperosok Ke Parit

Awalnya, Usin mengaku enggan menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang lain. Namun, karena merasakan sakit setelah dugaan pemukulan tersebut, akhirnya ia menceritakan kejadian itu kepada orang terdekatnya.

Orang tersebut kemudian membawa Usin untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit. Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian masyarakat sekitar. Informasi yang beredar menyebutkan adanya rencana dari sejumlah masyarakat untuk melaporkan atau mengadukan dugaan kekerasan tersebut kepada aparat penegak hukum agar dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Dua Periode Mengabdi, Agus (Me'eng) Kembali Maju Sebagai Calon BPD Desa Mekarmulya Periode 2026-2034

Redaksi Dutapublik.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Lemahduhur, Agus Hasan, melalui pesan WhatsApp ke nomor yang dimiliki redaksi. Namun, hingga berita ini dipublikasikan, pesan tersebut masih menunjukkan status ceklis satu dan belum mendapatkan tanggapan.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini untuk memberikan penjelasan mengenai peristiwa tersebut. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *