Ketum Fast Respon Counter Polri Nusantara Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto sebagai Pemimpin Rendah Hati, Religius, Berbudaya


dutapublik.com, JAKARTA – Karakter kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mendapat apresiasi dari Ketua Umum Fast Respon Counter Polri Nusantara, Agus Flores. Menurutnya, Kapolri merupakan sosok pemimpin yang rendah hati, religius, berbudaya, serta tidak memilih‑milih teman.

Agus Flores menilai bahwa Kapolri memiliki pergaulan luas, terbuka, dan tidak membeda‑bedakan seseorang berdasarkan jabatan, pangkat, status sosial, maupun asal‑usul. Ia menegaskan bahwa karakter pemimpin tidak hanya terlihat di lingkungan kedinasan, tetapi juga dalam cara bergaul sehari‑hari.

“Saya melihat Pak Suyudi bukan sosok yang memilih‑milih teman. Dalam pergaulan, beliau tidak melihat seseorang dari jabatan, pangkat, status sosial, ataupun dari mana orang itu berasal. Di mana pun berada, hubungan baik dengan sesama tetap harus dijaga,” ungkap Agus Flores.

Agus Flores juga menyoroti pentingnya sikap rendah hati, sopan santun, penghormatan kepada orang tua, serta tata krama dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, yang membuat seseorang dihormati bukan semata‑mata pangkat dan jabatan, melainkan cara ia menghormati sesama.

“Sayang kepada orang tua, menjaga sopan santun, dan tidak sombong merupakan nilai kehidupan yang harus terus dipertahankan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa nilai agama dan budaya harus tetap menjadi landasan kepemimpinan. Sikap religius, persaudaraan, serta pelestarian budaya bangsa diharapkan tercermin baik dalam kehidupan pribadi maupun pelaksanaan tugas kenegaraan.

Agus Flores juga mengingatkan bahwa loyalitas terhadap institusi harus berjalan seiring dengan integritas, profesionalitas, dan kepatuhan terhadap hukum.

“Kesetiaan kepada institusi harus dibuktikan melalui pengabdian dan tanggung jawab. Jangan sampai loyalitas menghilangkan integritas. Polri harus tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dan supremasi hukum,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh jajaran Polri tidak sombong karena pangkat, tidak menyalahgunakan kewenangan, serta senantiasa dekat dengan rakyat. Menurutnya, Polri hadir karena masyarakat, sehingga kepercayaan rakyat merupakan amanah yang harus dijaga.

“Jangan sombong karena pangkat, jangan kasar kepada masyarakat, jangan menyalahgunakan kewenangan, dan jangan pernah melupakan bahwa Polri hadir karena masyarakat,” ungkap Agus Flores.

Ia menegaskan bahwa apresiasi terhadap Kapolri harus dijawab dengan kinerja nyata, pelayanan yang baik, penegakan hukum yang adil, serta keterbukaan terhadap kritik. Fast Respon Counter Polri Nusantara berharap kepemimpinan Kapolri dapat memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat dan mendorong institusi kepolisian semakin profesional, humanis, transparan, serta berintegritas.

“Jabatan boleh tinggi, tetapi hati harus tetap rendah hati. Pangkat boleh besar, tetapi tata krama jangan pernah hilang. Sebab, kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan terhadap institusi Polri,” tutup Agus Flores.

(Red)




ADIE@RT

Jangan Pernah jadi Titik Hitam diatas Kertas Putih.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *