dutapublik.com, KARAWANG – Kepala Seksi (Kasie) Perumahan Dinas PRKP (Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman) Karawang berinisial EK diduga keras telah melanggar sumpah jabatan sebagai ASN yang berbunyi tidak akan menerima sesuatu baik berupa apapun baik itu langsung maupun tidak langsung dalam jabatan yang diemban.
EK diduga keras telah memanfaatkan jabatan sebagai Kasie Perumahan untuk kepentingan pribadinya yaitu membangun rumah pribadi dengan mendompleng jabatan yang menjadi tanggung jawabnya.

Keterangan Gambar 2 : Puluhan Batang Besi Yang Dikirimkan Yayang Fahrudin Untuk Pembangunan Rumah Pribadi EK Kasie Perumahan Dinas PRKP Karawang
Mantan fasilitator program rutilahu di Karawang, Yayang Fahrudin mengaku telah dimanfaatkan oleh EK yang saat itu sedang membangun rumah pribadinya. Yayang mengaku dimintai material bangunan berupa besi senilai Rp3 juta lebih untuk kepentingan pembangunan rumah pribadi EK di pinggiran Kota Karawang.
“Benar saya diminta besi senilai Rp. 3 juta oleh EK, ada bukti transfernya di saya. Ngomongnya sih untuk keperluan pembangunan rumah pribadinya di daerah Plawad,” ujar Yayang kepada dutapublik.com, Sabtu (28/8).
Jumlah besi yang diberikan Yayang kepada Eka sejumlah 70 batang. Ia mengaku nurut saja dengan permintaan EK karena saat itu ia masih berstatus anak buah EK.
“Habis gimana kalau gak diturutin kemauan Pak EK takutnya saya dipecat dari Fasilitator. Terpaksa saya turuti kemauannya. Besi yang saya beli itu juga harus minjem uang ke orang karena uang dari mana saya yang cuma jadi fasilitator,” ujarnya.
Yayang mengaku heran dengan tingkah bekas atasannya tersebut, bukannya membimbing anak buah malahan menggencet anak buah dengan permintaan materi yang sangat memberatkan dirinya.

Keterangan Gambar 3 : Bukti Chat Whatsapp Permintaan Material Bangunan Berupa Besi Dari EK Kasie Perumahan Dinas PRKP Karawang Kepada Yayang Fahrudin
Ia berharap EK tersadar dari kekeliruannya karena sadar maupun tidak sadar sumpah jabatannya atas nama Allah SWT telah dilanggar.
“Saya berharap Pak EK segera taubat. Ingat Pak, harta yang Bapak kumpulkan dari cara-cara kotor dapat berdampak buruk pada diri dan keluarga,” harapnya.
Sementara itu hingga berita ini dipublikasikan, dutapublik.com belum berhasil mendapatkan klarifikasi dari EK terkait masalah ini. Tiga nomor selular EK yang disimpan dutapublik.com tidak ada satupun yang aktif. (uya)





