dutapublik.com, KARAWANG – Ketua Umum DPP Relawan Teh Celli (RTC), Ferry Alexi Dharmawan, mengaku sering menerima keluhan dari masyarakat terkait kebijakan BPJS Kesehatan yang dianggap membuat leher rakyat tercekik. BPJS Kesehatan yang seharusnya biki happy rakyat malah bikin menjerit rakyat.
“Sebagai relawan, kami sering terkendala saat mendampingi masyarakat. Banyak kejadian rakyat menunggak BPJS da harus dilunasi dulu, jika tidak akan dikenakan tarif umum,” ucap Ferry kepada dutapublik.com, Rabu (3/11).
Hari ini contohnya kata Ferry, salah satu warga Karawang memiliki hutang BPJS senilai Rp11 juta. Melihat profil si miskin yang berhutang Rp11 juta tersebut kata Ferry rasanya tak mungkin si miskin dapat melunasi hutangnya.
Seharusnya kata Ferry, dengan segala resiko, harusnya si miskin tersebut masuk dulu untuk diproses urusan kesehatannya di rumah sakit. Urusan biaya biar bagaimana nanti yang terpenting kesehatan si miskin jadi prioritas.
Lalu kata Ferry apa fungsi Kartu Karawang Sehat, jelas sangat berfungsi, namun harus dibayar dulu BPJS nya karena secara system tidak bisa double jaminan.
“Sayang sungguh sayang, program Karawang Sehat yang sejatinya senjata pamungkas Rakyat Karawang dibuat tumpul, hilang taring oleh BPJS, seolah tak berdaya di Kotanya sendiri,” ungkapnya.
Untuk itu, Ferry menilai masalah ini Sangat urgent dan harus segera dilakukan pembahasan antara Pemkab dan BPJS.
“Legislatif, eksekutif dan BPJS, segera tentukan formula penyelesaian persoalan ini. Kasihan orang miskin harus bantu Negara, harusnya Negara yang bantu orang miskin. Kasihan Rakyat, sudah susah tambah dibikin susah,” pungkasnya. (uya)





