dutapublik.com, BLORA – Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen, didampingi Bupati H. Arief Rohman, S.I.P., M.Si., meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi para Pelajar sekaligus Santri di Pondok Pesantren (Pontren) Al-Hikmah Ngadipurwo, Kecamatan Blora Kabupaten Blora Povinsi Jawa Tengah, pada Sabtu (6/11).
Vaksinasi dilaksanakan di Gedung SMK Al-Hikmah bekerja sama dengan Puskesmas Medang, yang dilaksanakaan pukul 08.00-12.30 WIB. Vaksinasi tersebut merupakan dosis ke 2 dengan jenis Sinovac. Adapun kuota yang disediakan sebanyak 460 vaksin dengan sasaran mencakup para Pelkajar, Santri, guru dan pihak Pondok Pesantren.
Usai meninjau jalannya proses vaksinasi, Taj Yasin bersama Bupati menyampaikan, bahwa pelaksanaan vaksinasi tersebut berjalan lancar.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasinya bahwa di Kabupaten Blora sudah banyak Pondok Pesantren yang sudah melaksanakan vaksinasi.
“Ini tadi sudah bagus, Pondok-Pondok Pesantren sudah banyak divaksin dan Alhamdulillah ini vaksin kedua dan tidak ada permasalahan saat ini,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Taj Yasin meminta agar target vaksinasi untuk terus dikejar. Terlebih saat ini Kabupaten Blora masih tercatat berada pada PPKM level 3.
“Vaksinasi kita kejar terus, sampai saat ini harus kita kejar semuanya dan di Kabupaten Blora masih level 3. Kita harapkan vaksiansi ini dilakukan secara serentak, orang tuanya, Ibu hamil juga harus divaksin,” imbaunya.

Keterangan Gambar 2: Wagub Jateng H. Taj Yasin Maimoen, Saat Mendampingi Santri Disuntik Vaksin
Selain itu, lanjutnya, percepatan vaksinasi bagi Lansia di Kabupaten Blora harus terus dilakukan. Meskipun capaian vaksinasi di Blora sudah 50%, namun untuk capaian vaksinasi bagi Lansia perlu untuk ditingkatkan. Ia juga meminta agar vaksinasi bagi Lansia dapat dilakukan door to door.
“Biasanya vaksinasi Lansia itu kendalanya mereka transportasi aksesnya ke Puskesmasnya, yang kedua biasanya masih ada ketakutan. Jadi, memang perlu didata saat ini, saya ingin Puskesmas mendata ada Lansia berapa, kita door to door,” ungkapnya.
Dirinya meminta kepada pemerintah daerah agar dalam mengelola vaksin ini dapat dilakukan dengan baik, sehingga tidak ada vaksin yang kadaluarsa sehingga tidak bisa digunakan.
“Saya ingatkan juga, AstraZeneca harus dicek, jangan sampai ketika kemarin Pak Gubernur kunjungan di Kudus ada vaksin yang kadaluarsa, itu perlu diperhatikan betul,” tegasnya.
Pihaknya juga meminta agar daerah dapat secara tertib menginput data vaksinasi di sistem.
Sementara, Bupati Blora H. Arief Rohman, S.I.P., M.Si. mengatakan, bahwa pihaknya siap menindaklanjuti arahan dari Wagub untuk terus melakukan percepatan vaksinasi, khususnya pada Lansia.
Dikatakannya, Pemkab Blora pun telah melakukan vaksinasi bagi para Lansia secara door to door atau secara jemput bola.
“Tadi pesan dari Pak Wakil Gubernur akan kita tindak lanjuti, kaitannya dengan vaksinasi bagi Lansia. Kita akan semakin gencarkan vaksinasi secara jemput bola bagi para Lansia di desa-desa. Tentunya kita akan bersinergi melibatkan TNI Polri, Puskesmas, Pemerintah Desa dan berbagai pihak lainnya,” jelasnya. (Ysn)





