Peringatan Hari Pahlawan Di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Jadi Inspektur Upacara

442

dutapublik.com, BLORA – Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P., menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan tingkat Jawa Tengah pada Rabu (10/11) di Desa Temurejo Kecamatan Blora Kabupaten Blora.

Uniknya, upacara tersebut dilangsungkan di tanah lapang di Desa Temurejo yang letaknya tak jauh dari Makam salah satu Pahlawan dari Aceh, Pocut Meurah Intan yang dimakamkan di Blora.

Bupati Blora H. Arief Rohman, S.I.P., M.Si., beserta Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, S.T., M.M., Forkopimda Blora beserta seluruh peserta dari unsur TNI Polri, ASN, Satpol PP, Mahasiswa dan Pelajar nampak khidmat mengikuti gelaran upacara tersebut.

Ganjar bercerita, bagaimana dirinya hadir di Kabupaten Blora dalam rangka memperingati hari pahlawan ini.

“Sebenarnya inspirasinya waktu Sumpah Pemuda kemarin, ketemu dengan kawan-kawan Mahasiswa lalu ada cerita soal Pahlawan dari Aceh Pocut Meurah Intan, Mbah Cut terkenalnya di sini,” jelasnya.

Hingga kemudian, lanjut Ganjar, muncul gagasan dengan para Mahasiswa untuk meninjau sekaligus bersih-bersih Makam Pocut Meurah Intan di Kabupaten Blora.

“Hingga saat itu gagasan itu muncul dengan kawan-kawan Mahasiswa. Yuk kita bersih-bersih makamnya. Kemudian saya konfirmasi dengan Pak Bupati dan ternyata sudah komunikasi lama soal ini.”

“Lalu kita punya ide gagasan kalau begitu upacaranya di Blora saja, dekat makamnya dan akhirnya kita bisa bersama-sama dengan warga disini,” sambungnya.

Dikatakannya, meski Pocut Meurah Intan tidak ada sanak keturunannya di situ, tetapi Makamnya selalu dijaga dan dirawat oleh Masyarakat Desa Temurejo.

“Alhamdulillah, Bapak Ibu, kemarin sore kita sudah ziarah dan membersihkan makam beliau. Di hari-hari biasa, saudara kita di Desa Temurejo Blora lah yang merawat makam Beliau. Orang-orang di kampung itu biasa memanggil Pocut Meurah dengan panggilan Mbah Cut,” ucapnya.

Keterangan Gambar 2: Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke 76 Di Desa Temurejo

Ganjar menegaskan, dari manapun asalnya, selama ia berjuang untuk Indonesia Raya maka dia adalah Pahlawan kita semua.

“Beliau tetaplah Singa Betina dari Aceh. Dimakamkan di tanah manapun, tidak akan pernah melunturkan kebesaran nama dan perjuangan beliau. Sebagaimana yang dialami banyak pPahlawan kita. Karena kepahlawanan tidak memandang apa sukunya, rasnya maupun apa agamanya. Selagi berjuang untuk Indonesia Raya, mereka adalah Pahlawan kita.”

“Maka, hormat saya setinggi-tingginya pada saudara-saudara kita yang di tanahnya bersemayam jasad Pahlawan yang bukan dari satu sukunya,” ujarnya.

Lanjutnya, seperti saudara-saudara di Makasar yang merawat Makam Pangeran Diponegoro, saudara-saudara di Sumedang yang telah memberi penghormatan setinggi-tingginya pada Cut Nyak Dien dan lainnya.

Terakhir, Gubernur berpesan agar perjuangan para Pahlawan jadi motivasi untuk generasi saat ini. Mengingat setiap zaman punya tantangan dan persoalannya sendiri.

“Selamat Hari Pahlawan. Cukuplah keras dan pedihnya perjuangan para Pahlawan, jadi motivasi untuk kita terus bergerak menciptakan kemakmuran di manapun kita berada.”

“Apapun profesinya, lakukan sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya, agar kita tidak dikenang sebagai generasi durhaka terhadap negara yang menyia-nyiakan kesempatan dan tanggungjawab. Karena kita tidak ingin jadi negara yang biasa-biasa saja. Terimakasih,” pungkasnya.

Bupati H. Arief Rohman, turut bangga atas terselenggaranya Peringatan Hari Pahlawan tingkat Jawa Tengah di Kabupaten Blora karena ada makam mendiang Pocut Meurah Intan di sini.

“Matur nuwun Pak Gubernur, ini sebuah kebanggaan bagi kami warga Blora. Ke depan kita siap untuk terus menjaga dan merawat makam Pahlawan dari Aceh ini. Layaknya saudara kita di Sumatera Barat yang merawat makam Mbah Samin Surosentiko, Tokoh Blora yang diasingkan Belanda dan meninggal di Sawahlunto,” ungkapnya.

Setelah upacara selesai dilakukan, Gubernur secara simbolis menyerahkan Hibah APBD Provinsi Jawa Tengah Bidang Keagamaan Tahun Anggaran 2021, yakni meliputi hibah pembangunan Gedung Masjid Al Husna Desa Gedebeg Kecamatan Ngawen sebesar 30 juta, hibah Rehab Gedung Masjid Jami Hidayatul Islamiyah Desa Bajo Kecamatan Kedungtuban sebesar 40 juta.

Kemudian, hibah pembangunan Gedung MI Safinatun Najah Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan sebesar 80 juta, hibah Pembangunan Gedung RA Sunan Ampel Desa Sambiroto Kecamatan Kunduran sebesar 80 juta lalu hibah pembangunan TPQ Darul Muna Dea Klokah Kecamatan Kunduran sebanyak 65 juta. (Ysn)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *