Antisipasi Bahaya Longsor, Komunitas Karang Taruna Genta Remaja Tanam Ratusan Bibit Pohon

632

dutapublik.com, KARAWANGMusim penghujan yang sudah mulai turun di seluruh wilayah Indonesia memberikan keuntungan tersendiri bagi masyarakat terutama kaum petani. Karena saat musim penghujan tiba, para petani disibukkan kembali dengan aktivitasnya menanam padi.

Namun musim penghujan terkadang juga sering memunculkan bahaya bagi sebagian warga, bahaya banjir dan longsor sudah menjadi hal yang lumrah terjadi di beberapa wilayah negara kita.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya musibah tersebut dan faktor yang dominan adalah akibat ulah manusia sendiri yang kurang memperhatikan pentingnya keseimbangan lingkungan hidup.

Pembuangan sampah yang tidak sesuai tempatnya serta alih fungsi lahan yang tidak memperhatikan keseimbangan ekosistem lingkungan menjadi penyebab utama terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Aliran sungai Ciherang yang membelah wilayah Desa Balonggandu Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang pun tidak terlepas dari ancaman bahaya longsor, terutama bagi pemukiman penduduk yang terletak di bantaran sungai.

Dari pantauan media dutapublik.com, ancaman bahaya longsor di sepanjang bantaran sungai Ciherang sudah mulai terlihat di beberapa titik, bahkan ada rumah warga yang jaraknya kurang dari dua meter dari titik longsor.

Kondisi ini tentunya tidak boleh dibiarkan, harus ada upaya nyata dari pihak Pemdes dan warga sekitar untuk menghindari terjadinya bencana longsor yang lebih parah lagi.

Menyikapi hal itu, Karang Taruna Genta Remaja Desa Balonggandu yang belum lama ini dikukuhkan kepengurusannya mencoba memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan bahaya longsor disepanjang bantaran sungai Ciherang.

Keterangan Gambar 2: Karag Taruna Genta Remaja Saat Menanam Bibit Pohon

Komunitas para pemuda di bawah komando Ubaedillah Rahman, S.Pd. ini berinisiatif menanam ratusan bibit pohon berbagai jenis di sepanjang bantaran aliran sungai Ciherang terutama di titik yang sangat rawan longsor.

Kegiatan para aktivis pemuda dari Karang Taruna Genta Remaja tersebut berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Balonggandu, hal tersebut dapat dilihat dari ikut sertanya beberapa aparatur desa di tingkat RT, RW dan kepala dusun dalam kegiatan tersebut.

Ubaedillah Rahman ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa kegiatan yang dilakukan oleh organisasinya adalah dalam rangka penghijauan lingkungan serta mengurangi dampak bahaya longsor di bantaran aliran sungai Ciherang dan kegiatan tersebut bertepatan dengan hari penanaman pohon sedunia yang jatuh pada tanggal 21 November kemarin.

“Kegiatan yang kami laksanakan sekarang adalah dalam rangka penghijauan lingkungan serta berupaya mengurangi ancaman bahaya longsor di sepanjang bantaran sungai Ciherang dan kebetulan hal ini bertepatan dengan peringatan hari penanaman pohon sedunia tanggal 21 November kemarin,” katanya.

Selain itu, Ubaedillah Rahman juga menyampaikan program serupa untuk ke depannya yaitu dengan program penanaman dua ribu bibit pohon berbagai jenis yang akan ditanam di lokasi yang sama, adapun bibit pohon tersebut berasal dari Balai Persemaian Cikopo Kabupaten Purwakarta.

“InsyaAllah selanjutnya kita sudah memprogram kegiatan serupa yaitu penanaman dua ribu bibit pohon di lokasi yang sama dengan jenis pohon yang mampu menahan erosi tanah pada saat musim penghujan. Adapun pengadaan bibit pohon tersebut, kita akan bekerjasama dengan Balai Persemaian Pohon Cikopo Kabupaten Purwakarta,” ungkapnya.

Sementara itu Saripudin, Kepala Dusun Kertajaya Desa Balonggandu yang turut ambil bagian dalam kegiatan penanaman pohon tersebut menyambut baik kegiatan para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Genta Remaja Desa Balonggandu.

“Kami mewakili Pemerintah Desa Balonggandu tentunya sangat mendukung kegiatan positif dari para pemuda ini dan kami pun siap membantu dan siap mengarahkan aparatur setempat untuk turut serta dalam kegiatan tersebut,” ucapnya.

Apa yang dilakukan komunitas pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Genta Remaja Desa Balonggandu ini tentunya patut diacungi jempol serta didukung oleh seluruh elemen masyarakat serta Pemerintahan Desa, Karena kegiatan tersebut memiliki tujuan positif yaitu penghijauan lingkungan serta upaya mengurangi ancaman bahaya longsor bagi pemukiman warga yang berada disepanjang bantaran sungai Ciherang. (Endang Andi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *