RMI NU KALBAR Kembali Road Show Ke Pesantren Gelar Doa Dan Sholawat Bersama

547

dutapublik.com, KUBU RAYA – Pengurus Wilayah Robithoh Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kalimantan Barat, kembali Gelar Doa dan Sholawat bersama Kiyai dan Santri sekaligus Tahlil untuk Almarhum Dr. KH. Zainuddin Asy’ari, M.Pd.I., di Masjid Pondok Pesantren Hidayatul Muhsinin, Jl. Kota Baru Ujung Sungai Kakap. Minggu (12/12).

Para Santri Ponpes Hidayatul Muhsinin, Sungai Kakap Mengikuti Serangkaian Acara Doa Dan Sholawat Bersama

Kegiatan ini, dihadiri langsung Pengurus PW RMI NU Kalimantan Barat, KH. Nasiruddin. M.Si., beserta Jajarannya dan Pengasuh Ke-II Lora Muhammad Aminullah Asy’ari, M.Pd.I., beserta lora-lora yang lainnya sebagai putera-putera almarhum Kiai Zainuddin.

Lora Aminullah Asy’ari dalam sambutannya menyampaikan sambutannya sebagai tuan rumah yang pertama sangat berterima kasih atas kehadiran Pengurus RMI Kalimantan Barat, yang telah sudi hadir dan bekerja sama dengan pondok pesantren dalam rangka melaksanakan doa bersama untuk kesuksesan muktamar.

“Kami juga berterima kasih atas doa untuk abah saya Kiai Zainuddin mudah-mudahan apa yang telah dijalankan oleh Kiai Zainuddin Asy’ari semasa hidupnya ini, bisa bermanfaat untuk umat bisa bermanfaat untuk pengurus yang selanjutnya,” pesannya.

Aminullah juga memohon doa kepada para kiai, para sesepuh untuk melanjutkan perjuangan Kiai Zainuddin untuk pondok pesantrennya mudah-mudahan tetap berlanjut sebagai amal sholeh almarhum dan juga pesantren.

Para Muhibbin Kiai Zainuddin tetap satu ikatan untuk menjalankan silaturahim ke pondok pesantren. Dirinya juga memohon bimbingan saran dari para sesepuh, semoga pondok ini tetap jaya tetap maju.

“Walaupun pengasuh utama sudah wafat, jadi tetap doakan kami semua putra-putranya yang melanjutkan perjuangan almarhum abahnya,” harapnya.

KH. Nasiruddin mengucapkan kehadirannya ke pondok pesantren Hidayatul Muhsinin ini, karena barokah gurunya yakni KH. Zainudin yang telah memberikan banyak pelajaran banyak hal yang bermanfaat untuk umat. “Jadi saya sebagai penerus hanya menjalankan amanah,” tukasnya.

Nasiruddin juga menanggapi persoalan pondok pesantren hari ini yang sedang digoyang, bukan hanya lokal tapi pondok pesantren se-Indonesia sedang digoyang oleh musibah akibat ulah oknum Pemilik Boarding School Madani di Cibiruz Pengasuh Pondok Tahfiz Al-Ikhlas di Jalan Sukanagara, Antapani Kidul, Pendiri Yayasan Manarul Huda Antapani (Madani) di kawasan Antapani Tengah, Bandung, Jawa Barat.

“Padahal Oknum ustad yang memperkosa 12 anak itu bukan Pengasuh Pondok pesantren, melaikan hanya siswa inap. Dan hanya beberapa siswa inap disitu yang bermukim,” terangnya

Harapanya mudah-mudahan yang mempunyai kebijakan hukum bagi orang yang bersalah tetap diadili, dihukum sesuai dengan kesalahannya. “Intinya patuh sesuai aturan pihak penegak hukum bagi orang yang bersangkutan. Dan jangan sebut pondok pesantren, tapi itu hanya sebuah boarding school,” ungkapnya.

Ketua RMI Kalimantan Barat ini juga meminta kepada semua media baik, media online, visual ataupun offline agar atas kejadian ini tidak disebut pesantren melainkan hanya sebuah lembaga yakni Madani Boarding Shool. “Mengapa demikian karena dengan menyebut nama pesantren, maka yang akan tersakiti itu adalah pesantren-pesantren se-Indonesia,” jelasnya. (Abshor)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *