YBM PLN UP3 Gelar Santunan Di Kantor DPP GMPB Purwakarta


dutapublik.com, PURWAKARTA – Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Purwakarta kembali melaksanakan bakti sosial berupa santunan kepada anak yatim dan dhuafa, pada Jumat (17/12).

Santunan tersebut dilaksanakan di kantor Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Masyarakat Purwakarta Bersatu (DPP GMPB) yang beralamat di Jl. Kapten Halim Gg. Banteng 1 RT. 01 RW. 01 No. 04, Kelurahan Nageri Kidul Kecamatan Kota Purwakarta Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Andi, S.H., selaku Ketua Umum GMPB mwnyampaikan, bahwa santunan kali ini mengusung tema Senyum Yatim dan Dhuafa.

“Ini mengundang 70 anak yatim dan dhuafa di wilayah ini,” ujarnya kepada awak media.

Turut hadir dalam acara tersebut, Manager ULP Kota Purwakarta Fitor Ramdani dan didampingi Ketum GMPB Andi, A.H., ketua RT RW dan Tokoh Masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan implementasi dari rencana YBM PLN untuk menyalurkan zakat pegawai,” kata Fitor.

Sementara Fictor, selaku dari pihak PLN, dalam sambutannya berharap santunan tersebut dapat memberikan manfaat bagi penerimanya.

“Dan bagi insan PLN agar diberikan kelancaran sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.

Lanjutnya, PLN juga memohon doa dan dukungan dari berbagai pihak demi kelancaran pasokan listrik.

“Terlebih, di masa pandemi ini di mana masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah,” ungkapnya.

Sementara itu, Dewo, selaku ketua Rt.01 menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas perhatian dan kepedulian pihak PLN.

“Alhamdulillah, di sela-sela kesibukannya menjaga keandalan pasokan listrik di Jawa Barat terutama Purwakarta, PLN masih menunjukkan kepeduliannya. Terlebih, kondisi saat ini memang sulit, namun kami yakin badai pasti akan berlalu. Semoga PLN selalu jaya sehingga bisa terus memberikan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Acara yang diselenggarakan ini tetap menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, jaga jarak dan menjaga kebersihan menggunakan hand sanitizer.

Untuk menghindari kerumunan, Santunan tersebut diberikan secara simbolis kepada beberapa penerima selaku perwakilan dari total penerima. (Asep Coklat)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *