Pengerjaan Perbaikan Tanggul Citarum Cabangbungin Tidak Maksimal, Warga Panik Tanggul Jebol Sewaktu-Waktu

690

dutapublik.com, BEKASI – Pasca longsornya Tanggul Citarum sepanjang 300 meter di Kampung Tapak Serang Desa Lenggah Jaya Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi menjadi momok yang menakutkan dan meresahkan bagi warga khususnya bagi warga yang tinggal di bawah tanggul bantaran sungai Citarum tepatnya di Kampung Tapak Serang Rt 005/003 Desa Lenggah Jaya Kecamatan Cabangbungin, kabupaten Bekasi.

Sarino Kades Setia Jaya perwakilan dari warga Cabangbungin yang turut memantau langsung ke lokasi mengatakan bahwa seharusnya pengerjaan perbaikan tanggul ini bisa diselesaikan secepatnya dikarenakan masih dalam musim penghujan, apalagi cuaca ekstrim masih terus melanda, sehingga warga resah dan khawatir tanggul jebol sewaktu-waktu.

Baca Juga:  Plt. Bupati Bekasi Resmikan Pembangunan Kantor Desa Sindang Jaya 

“Pemerintah maupun BBWS segara secepatnya menyelesaikan perbaikan tanggul ini di bulan Februari ini, agar masyarakat tenang dan tidak khawatir, pengerjaan yang sudah satu bulan ini harus dimaksimalkan agar tidak longsor kembali, jika terjadi jebolnya tanggul ini bukan terendam rumahnya saja, tapi ada sekitar 3000 Kepala Keluarga yang akan terkena dampaknya, dan ini menjadi perhatian serius dan segera ditindaklanjuti dan direalisasikan,” tukas Kades Setiajaya, Jumat (7/1).

Menurut warga setempat, Kemal Farid (44) tanggul Citarum mengalami keretakan sepanjang 300 meter setelah hujan deras dan air sungai Citarum meluap, sekitar 4 hari yang lalu.

Baca Juga:  Peri Kemanusiaan Kepada Para Tersangka Jadi Alasan Wartawan Korban Pengeroyokan Hentikan Kasus Di Polisi

“Kami sangat takut dan khawatir akan terjadi jebolnya tanggul Ciatrum ini jika pemerintah kurang respon dan tanggap untuk percepatan pengerjaan perbaikan tanggul ini,” tegasnya.

Di tempat yang sama Camat Cabangbungin Asep Buchori S, mengatakan hal ini adalah masalah teknis dan merupakan urusan BBWS.

“Kami harapkan segera dilakukan perbaikan tanggul ini dengan cepat untuk mengantispasi cuaca ekstrim dan
meluapnya sungai Citarum. Dan saya selalu berkordinasi dengan Pak Doni dari PUPR,” pungkasnya. (SS)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *