Buat Decak Kagum, Santri Dan Kader IPNU Lakukan Atraksi Kekebalan Tubuh

1100

dutapublik.com, MEMPAWAH – Pondok Pesantren Hidayatul Atfal bekerja sama dengan PAC IPNU Toho lakukan Atraksi Kekebalan tubuh, Sabtu (8/1/22).

Atraksi dilakukan di halaman Pondok Pesantren Hidayatul Atfal Desa Sambora, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah. Atraksi ini dipimpin langsung oleh Kiyai Abdul Rozak selaku pengasuh pondok pesantren tersebut, dan dihadiri oleh para santri, kader IPNU dan Mahasiswa STAIM yang sedang KKS.

Tujuan aktaksi ini adalah menghibur para santri-santri juga kader IPNU, disamping itu juga ada penampilan Seni Pencak Silat PSHT dan PSCP oleh santri dan kader IPNU. Kemudian Atraksi kekebalan tubuh seperti naik Tangga Pisau, jalan di atas beling dan jalan di atas bara api.

Atraksi kekebalan tubuh yang dilakukan merupakan bagian pertunjukan khas Pagar Nusa, seperti yang disampaikan Oleh Kiyai Abdul Rozak. Ia mengatakan bahwa Asma Kekebalan Tubuh Khas Pagar Nusa sudah dibentengi oleh para Kiyai dan para Alim Ulama sehingga bertujuan menjaga keutuhan NKRI

“Kegiatan ini untuk menghibur anak-anak, ini aktraksi khas dari Pagar Nusa. Ini untuk menunjukan bahwa Pagar Nusa bukan hanya omong kosong. Pagar Nusa itu ibaratnya luar dalam sudah dibentengi oleh para Kiayi, para Alim Ulama untuk ikut serta menjaga keutuhan NKRI. Jadi tidak semua orang mempunyai seperti itu tadi, jadi ini semua adalah titipan dari Allah SWT, namanya Asma Kekebalan Tubuh,” tuturnya

Sementara itu Mahasiswa STAI Mempawah juga ikut serta dalam Atraksi dengan didampingi dan diberikan Asma Kekebalan Tubuh oleh Kiyai Abdul Rozak, sehingga bisa menaiki tanggga Pisau dan berjalan di atas beling tanpa sedikit pun mengalami luka.

Alim yang merupakan Kader IPNU Toho mengungkapkan tujuan dari adanya kegiatan itu, selain santri dan kader IPNU mendapatkan ilmu di Pondok Pesantren juga santri dan kader IPNU juga harus mempunyai peran untuk membentengi dan menjaga para Kiyai.

“Tujuan terlaksananya kegiatan ini adalah supaya kita sebagai seorang santri dan kader IPNU ini tidak hanya mendapatkan bekal berupa ilmu pengetahuan saja seperti Ilmu Fiqih, Siroh dll, apalagi IPNU hari ini adalah sebagai pondasi dan ujung tombak untuk memberikan sebuah terobosan terhadap kader-kader muda NU, yang akan datang, maka dari itu IPNU perlu melakukan strategi atau terobosan yang di lain sisi harus bisa dalam hal seperti ini. Bisa kita ketahui selain Banser NU yang bisa menjaga Kiyai IPNU juga bisa tampil di Garda terdepan untuk mengawal para kyai dan ulama-ulama NU,” pungkasnya. (Hamdani)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *