Air Pasang Akibatkan Tanaman Padi Mati, Petani Di Mempawah Berharap Perhatian Pemerintah

782

dutapublik.com, MEMPAWAH – Kelompok Tani (Poktan) Suka Damai Peniraman mengalami kegagalan tanam pada musim ini disebabkan meluapnya air pasang dari laut.

Air pasang yang meluap hingga masuk ke areal sawah mengakibatkan padi yang ditanam para petani mati, kawasan tersebut terletak di Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.

Sebagaimana diketahui luapan air pasang atau air laut merupakan air yang mengandung garam, sehingga tidak cocok bagi tanaman padi

Ketika dikonfirmasi oleh Awak Media dutapublik.com pada hari Selasa (11/1), salah seorang petani yang merupakan anggota dari Kelompok Tani Suka Damai mengatakan genangan air pada lahan pertaniannya sudah dua pekan belum surut sehigga hal tersebut mengakibatkan petani rugi baik dari segi materi maupun non materi.

Rencananya Kelompok Tani Suka Damai walaupun dua pekan air belum juga surut, petani ingin menyemai bibit baru untuk ditanami kembali lahan yang terdampak luapan air

“Ini telah terjadi dua tahun berturut dan itu disebabkan kurang tingginya tanggul,” ungkap Petani.

Air pasang tersebut terjadi di akhir tahun 2021 dan itu merupakan langganan yang terjadi setiap akhir tahun.

Petani juga sangat berharap perhatian nya kepada Pemerintah dan Dinas terkait untuk menanggulangi dan memberikan solusi tentang permasalahan itu.

“Memang untuk lahan pertanian padi Daerah pesisir akan selalu mengalami air pasang besar tiap akhir tahun, kurang tingginya tanggul yang meyebab air asin masuk kelahan pertanian mengakibat petani sangat merugi,” ujar Mujib selaku petani.

“Karena di tempat kami Desa Peniraman cukup baik untuk pertanian padi khususnya, akan tetapi petani selalu khawatir dengan terjadinya air pasang yang membuat tanaman padi mati total,” tutupnya. (munaki)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *