dutapublik.com, MANADO – DPD PDI Perjuangan Sulut tetap solid mendukung Ketua DPP Puan Maharani sebagai Calon Presiden (Capres) Republik Indonesia di Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 nanti. Untuk DPD PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Utara di bawah pimpinan Olly Dondokambey, S.E., (Bendahara Umum PDIP) tetap solid mendukung Puan sebagai Capres PDI-P di Pilpres 2024 nanti.
Hal ini seperti diutarakan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut yang juga Wakil Gubernur (Wagub), Drs Steven Kandouw.
“Anak idiologi saja tak cukup, harus
anak idiologi dan anak biologis, figur ini ada di sosok ibu Puan Maharani, untuk melanjutkan kepeminpinan Ibu Megawati,” tegas Kandouw yang hadir dalam kapasitas Wakil Ketua DPD pada kegiatan menanam pohon dalam rangkaian HUT ke 49 PDI Perjuangan dan HUT ke 75 Ketua Umum (Ketum) Prof DR (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri di Taman Hutan Raya (Tahura) HV Worang Gunung Tumpa di Manado, beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan tersebut Kandouw yang pernah menjabat Ketua DPRD Provinsi Sulut ini pun mengungkapkan alasan-alasan Puan Maharani sangat layak.
“Kita PDI-P sudah kenyang dengan keroyokan, sudah kenyang dengan tudingan-tudingan, opini-opini yang mendiskreditkan kita, seakan-seakan seperti saat ini menganggap Ibu Puan Maharani belum layak, belum pantas.”
Menurut kandouw,
Soekarno jadi presiden umur 44 tahun, Puan tahun ini 49 tahun, pada 2024 52 tahun, sudah kenyang pengalaman menteri, bukan menteri abal-abal, Menko dan sekarang ini menjabat Ketua DPR-RI. “Logika apa yang dipakai hingga disembur-semburkan belum layak menjadi pimpinan di republik ini,” urai Kandouw.
“Kita tidak punya media bertaraf nasional, kompetitor kita yang punya, kita tak punya. Ingat dulu survey, selalu menempatkan PDI-P di bawah, tapi setelah menang sekarang, tidak ada yang sangsi lagi,” urainya.
Sejumlah hasil survey di Pilkada kabupaten Kota di Sulut yang awalnya kalah survey namun akhirnya menjadi pemenang.
“Mereka lupa dengan militansi PDI-Perjuangan, mereka lupa dengan kepala batunya PDI-Perjuangan, mari kita tetap pertahankan militansi kita, mari kita merebut kemenangan di hati rakyat, bukan hanya 3 periode tapi selama lamanya,” kata politisi jebolan Fakultas Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) itu.
Sementara terkait penanaman pohon ini menunjukkan kepedulian PDI-P terhadap lingkungan.
“Kita PDI-P dengan menanam pohon berarti kita sadar betul tentang lingkungan, tapi dibalik itu kita sadar betul dengan regenerasi kita. Partai yang baik adalah partai yang sukses menjadi alat rekrutmen politik. Undang-undang sudah menjamin bahwa kepemimpinan di republik ini dalam pimpinan apa saja, agar melalui partai, jadi jangan, pandang enteng dengan, kaderisasi,” urainya
“Saya senang PDI Perjuangan Sulut, kalau di nasional kita sepakat bahwa garis estafet pemimpinan kita harus ibu Puan Maharani, itu juga analog dengan kita di Sulut. Syukur, dan saya sangat terharu Bung Rio Dondokambey mau terjun berpolitik, karena di politik ini mulai dengan pengorbanan, bukan instan! Harus ada orang-orang yang baru, kita harus berani tunjuk sapa pun nanti, harus ada regenerasi ke depan termasuk kita di Sulut, lewat kegiatan-kegiatan ini kita dapat mengidentifikasi. Apa yang kita raih saat ini tidak ada harga dengan kelangsungan republik ini, jadi mari kita ciptakan,” pesan Kandouw lagi.
Salah satu alasan menarik menurut Kandouw figur Puan Maharani layak pimpin Republik adalah warisannya sebagai cucu Sang Proklamator.
“Pemimpin itu ada yang dilahirkan, ada yang diciptakan. Ibu Megawati itu memang dilahirkan, namanya juga transfer of charisma bapaknya (Presiden Soekarno), diturunkan ke anaknya, begittu juga mba Puan mendapatkan transfer of charisma dari Ibu Megawati,” tandas Kandouw. (EffendyV.Iskandar)





