dutapublik.com, SINGKAWANG – Sejumlah raja, sultan, pangeran, dan tokoh adat dari berbagai kerajaan di Kalimantan Barat menghadiri Pengukuhan Pengurus Yayasan Keluarga Besar Puak Melayu Trah Kesultanan Kota Singkawang yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Singkawang.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi antar kerajaan dan lembaga adat Melayu di Kalimantan Barat, sekaligus memperkuat pelestarian nilai-nilai budaya, adat istiadat, serta persatuan masyarakat Melayu di tengah keberagaman.
Tokoh-tokoh kerajaan dan adat yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain:
Pangeran Ratu Kertanegara Ir. H. Gusti Kamboja, MH dari Kerajaan Matan sekaligus Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Kalbar.
Pangeran Ratu Suryanegara Drs. H. Gusti Arman, M.Si dari Kerajaan Sanggau sekaligus Ketua Majlis Kerajaan Kalbar.
Pangeran Ratu Raden Barrie Danu Brata, S.E., M.A.P dari Kerajaan Sintang.
Pangeran Ratu Dr. Raden Muhammad Tarhan, S.Pd., M.E dari Kesultanan Sambas.
Pangeran Suryaningrat Muhammad Hukma, S.E dan Sultan Muhammad Jamaluddin III dari Kerajaan Simpang.
Raja Iswara Mahayana Dipati Karang Sari Gusti Fiqry Azizurahmansyah dari Kerajaan Landak.
Pangeran Muda Elang Perkasa Abdi Nurkamil selaku Sekretaris Majlis Kerajaan Kalbar.
Perwakilan PUAN Melayu Kabupaten Mempawah.
Kehadiran para raja, sultan, pangeran, dan tokoh adat tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Singkawang. Selain mempererat hubungan budaya dan persaudaraan antar kerajaan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat komitmen bersama dalam menjaga marwah budaya Melayu dan warisan sejarah kerajaan di Kalimantan Barat.
Pengukuhan pengurus yayasan diharapkan mampu menjadi wadah yang memperkuat sinergi antar elemen masyarakat adat Melayu dalam melestarikan nilai-nilai budaya, adat istiadat, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
Semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus terjaga demi keberlangsungan budaya Melayu dan harmonisasi masyarakat di Kota Singkawang maupun Kalimantan Barat secara umum. (Abdul Muthalib)





