dutapublik.com, KARAWANG – Oknum Kepala Desa yang berada di Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, diduga telah melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap profesi Wartawan. Oknum Kepala Desa tersebut dalam salah satu WAG (Whatsapp Grup) mengirim Voice Note atau pesan suara.
Ia mengatakan dengan bahasa sunda, “Nyamantak nage, lamun kiye sararea babarengan, unggal kabeh kepala desa sa-kecamatan Cibuaya hayu urang kompak babarengan lamun aya media cukup weh disuguhan, ulah sagala dibere uang bensin, supaya aral ke manehna digawe jadi wartawan teh, hampura iye cuman masukan nya (Makanya, kalau gini mah sama-sama kita kompak semua kepala desa se-kecamatan Cibuaya kalau ada media atau wartawan datang cukup aja dikasih makanan aja, jangan dikasih uang bensin supaya dia kerja jadi wartawannya bosen. Maaf ini cuman masukan,” ujar Oknum Kades dalam rekaman voice note.
Tindakan yang tidak menyenangkan ini dialami oleh semua rekan Wartawan yang berada di Group I.M.O.R (Ikatan Media Online Rengasdengklok) dan Topan Admin Group I.M.O.R yang merupakan Kabiro dari Media Online Fokusberita.net, Group PJR (Forum jurnalis Rengasdengklok) admin Alim Kabiro tribunpost.com, Group Kabar Rutinitas Sahabat (KRS) admin Jhon Muklis wartawan infobanua. Dan mungkin masih lagi di group yang lain rekaman suara oknum Kades lewat voice notr.
Peristiwa tersebut bermula saat ada voice note masuk di WAG dan rekan-rekan media lainnya juga merasa tersinggung atas percakapan oknum Kades tersebut.
Diungkapkan Topan, bahwa saat dirinya mendengarkan pesan suara oknum Kades tersebut, ia merasa tersinggung dengan adanya oknum Kades melontarkan kata-kata yang tidak pantas yang seakan-akan melecehkan profesi wartawan.
Lanjutnya, kata-kata yang dilontarkan oknum Kades tentu sangat menyinggung dirinya dan rekan-rekan seprofesi yang seakan akan menghina dan melecehkan.
“Kades tersebut seolah mengatakan secara tidak langsung kalau Wartawan datang ke kantornya pasti cuma minta duit,” ujar Topan, Senin (21/2).
Lebih lanjut, Topan mengungkapkan, sampai saat ini ia belum memastikan nama oknum kadesnya tetapi hasil komunikasi dengan rekan-rekan di lapangan ia sudah mengantongi nama oknum kades tersebut.
“Saya akan menghadap Pak Camat, untuk mendesak agar Pak Camat segera memanggil oknum Kades tersebut, bahwa dengan dalih apapun tentu statement tersebut tidak dapat dibenarkan. Apalagi itu diucapkan oleh seorang kepala desa yang seharusnya lebih santun, arif dan bijaksana karena sebagai publik figur di masyarakat,” ujarnya.
“Statement Pak Kades sangat menyinggung dan melukai perasaan saya selaku Awak Media, yang seakan akan menghina dan melecehkan profesi Wartawan. Tentu hal ini dapat menjadikan hubungan yang tidak harmonis, karena bagaimanapun antara Pemerintahan Desa dan Wartawan adalah Mitra,” ungkapnya. (Bunsal)





