dutapublik.com, KARAWANG –Pemberitaan di media terkait rekaman suara dalam voice note salah seorang oknum kepala desa yang diduga telah melecehkan profesi wartawan telah beredar. Namun, hingga saat ini belum ada solusi sebagai titik terang dari permalasahan yang terjadi.
Pasalnya setelah dilakukan audiensi untuk klarifikasi antara para wartawan dengan Camat Cibuaya pada saat rapat minggon desa yang dilaksanakan di Kantor Desa Cemara Jaya pada Selasa (22/2) belum ditemukan titik terang.

Wartawan Karawang Saat Audiensi Dengan Camat Cibuaya
Padahal jelas, pers sebagai pilar demokrasi ke empat, keberadaan pers telah sukses turut serta membangun bangsa dan negara, dan jelas peran pers dalam pemerintahan sangat berperan, baik dalam mewartakan agenda pemerintahan, dan keberhasilan pemerintah, atau memberikan kritik kebijakan pemerintah.
Di tengah pesatnya zaman dan teknologi yang semakin canggih yang disertai dengan penyebaran informasi yang tak terbatas, negara sangat membutuhkan kehadiran pers, tentunya dengan perspektif yang jernih.
Akan tetapi terkadang ada oknum pejabat dan penyelenggara pemerintahan yang kerap menyakiti perasaan insan pers.
Seperti halnya yang dilakukan oleh salah seorang oknum kades yang berada di Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang yang diduga telah melakukan pelecehan terhadap profesi wartawan di dalam pesan suaranya atau voice note yang ada di dalam WhatsApp Group (WAG).
Camat Cibuaya Ari Sandy ketika dikonfirmasi oleh para awak media setelah selesai melaksanakan rapat minggon desa di Aula Kantor Desa Cemara Jaya Kecamatan Cibuaya Karawang, mengatakan, bahwa terkait dengan permasalahan ini, pihaknya belum bisa menjawab atau belum bisa komentar apa-apa. Dikarenakan suara yang ada di dalam pesan suara atau voice note tersebut belum diketahui, siapa oknum kepala desa yang berbicaranya.
“Jadi untuk saat ini, saya belum bisa menjawab siapa Kades tersebut,” ucap Camat.
Menurut Camat, bila nanti pihaknya sudah mendengar isi suara voice note tersebut, dirinya akan menyampaikan ke ketua IKD untuk segera mencari siapa oknum kepala desa yang sudah berbicara seperti di dalam pesan suara tersebut.
“Nanti jika sudah di ketahui siapa yang ada di dalam pesan suara tersebut, pihaknya akan segera memberitahukan kepada para wartawan, untuk segera dilakukan klarifikasi,” pungkasnya.
(Bunsal)



