Wamentan RI Dan Ketua DPP Santri Tani NU Kunjungi Poktan Belibis Makmur Arhanud 13/PBY

342

dutapublik.com, PEKANBARU – Wakil Menteri Pertanian RI H. Harvick Husnul Qulhi lakukan kunjungan kerja ke Bumi Lancang Kuning Pekanbaru Riau., pada Jumat(1/4).

Rangkaian acara dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Pertanian RI tersebut di antaranya melakukan kunjungan ke Kelurahan Tebing Tinggi Okura, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Kelompok Tani Belibis Makmur binaan Yon Arhanud 13/PBY beserta DPP Santri Tani NU.

Dalam kunjungan kerja di Okura, Harvick akan melakukan penanaman kacang tanah secara simbolik, meresmikan Balai Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Pemuri yang bekerja sama dengan DPD Pemuda Tani HKTI Riau.

Sementara dalam kunjungan ke Batalyon Arhanud 13/PBY, Harvick akan melakukan penyerahan Alsintan pada Kelompok Tani Belibis Makmur, menyaksikan penandatangan MOU antara DPP Santri Tani NU dengan Yon Arhanud 13/ PBY Pekanbaru, penyerahan kartu BPJS Tenaga Kerja kepada Poktan Belibis Makmur dan penyerahan santunan kepada ahli waris Petani yang meninggal karena sakit sebesar Rp42 juta. Diakhiri dengan penanaman Porang dan Palawija di lahan kelompok Tani Belibis Makmur.

Ketua DPP Santri Tani NU T. Rusli Ahmad,SE,MM menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh Kementerian Pertanian melalui Wakil Menteri Pertanian RI.

“Beliau hadir bersama kita pada siang ini dan beliau akan memberikan bantuan walau secara simbolis berupa alat pertanian untuk Kelompok Tani Belibis Makmur binaan Arhanud 13/PBY dan Santri Tani NU. Yang saya hormati Bapak Dirjen, Bapak Kapolda Riau, Danyon Arhanud yang diwakili Wadanyon dikarenakan beliau ada kepentingan di Bandung.tetapi tidak mengurangi arti dari kegiatan kita hari ini.”

“Kepada Bapak Wakil Menteri Pertanian, di sini kami dapat melaporkan bahwa hal ini berawal dari perbincangan dengan Pak Danyon dan jajaran tentang adanya lahan kosong dan bagaimana kita bekerja sama dan memanfaatkan lahan tidur tersebut menjadi lahan yang produktif yang bermanfaat baik bagi internal Batalyon maupun masyarakat sekitar,” tuturnya.

Dikatakan Rusli Ahmad, selain pertanian, di belakang juga ada peternakan, khusus peternakan kandangnya sudah ada dan semoga hewan ternak Sapinya segera ada untuk poktan Belibis Makmur

“Kita sudah ajukan proposalnya. Kami juga melaporkan di sini kita telah melakukan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan ke depan sudah ada 3000 santri tani yang memiliki BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Pemkot Pekanbaru secara gratis di tahun ini,” ujarnya.

Sementara Danyon Arhanud 13/PBY diwakili oleh Wadanyon menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wakil Menteri Pertanian RI.

“Kami mohon izin mewakili permintaan maaf dari Komandan Batalyon yang tidak dapat hadir dikarenakan adanya kegiatan Dinas di Bandung dan di Malang. Perlu kami sampaikan luas Batalyon kami ada 49 Ha, kami sudah membina kelompok tani Belibis Makmur mulai dari 2016 yang berjumlah 19 KK.”

“Dan rencana melalui kerja sama dengan Santri Tani NU untuk sektor belakang seluas 19 Ha akan kita tanami pohon Porang. Kami akan berkolaborasi secara terus menerus. Kita juga merencanakan kegiatan panen bersama dari hasil tanaman kelompok tani Belibis Makmur dan berharap semoga apa yang menjadi bantuan seperti yang disampaikan oleh Ketua DPP Santri Tani NU T. Rusli Ahmad berupa Alsintan, pupuk dll, semoga bisa meningkatkan hasil pertanian dan pendapatan bagi anggota kelompok tani Belibis Makmur dan menjadi berkah bagi kita semua,” terangnya.

Sementara, Harvick menuturkan, walaupun waktu sangat singkat, tetapi sesuai dengan harapan Presiden untuk mempercepat eskalasi, akselarasi dalam hal ketahanan pangan bekerja sama dengan TNI Polri terus ditingkatkan dan sesuai harapan Presiden dan semua dapat mencapai target.

“Pada saat ini saya menyampaikan salam dari Bapak Presiden, karena setiap Kunker anggota Kabinetnya terkonfirmasi penuh dan memang kami semua dibekali dengan target-target yang harus disampaikan kepada masyarakat. Kita bersyukur sekali ada sinergitas dari TNI Polri.”

“Begitu besar dukungan dari TNI Polri terkait dinamika serta suksesnya program pertanian. Pada saat pelepasan Prajurit ke Papua, kita juga membekali pelepasan Prajurit terkait tanaman untuk pendekatan sosiologis kepada masyarakat,” bebernya.

Dijelaskannya, Kementerian Pertanian sangat terbuka sekali untuk bekerja sama lebih jauh dengan TNI.

“Tetapi kita harus yakin bahwa apa yang kita lakukan bermanfaat untuk masyarakat. Presiden juga berharap keterbukaan ini sampai kepada masyarakat petani, stakeholder dan pengusaha pangan. Semoga kegiatan seperti ini dapat berkembang ke Batalyon lainnya yang memiliki lahan kosong, terkait bantuan kita akan lihat dan seleksi apa yang paling maksimal terpenting untuk kita bantu dan berikan sesuai dengan rasa tanggung jawab dari masyarakat terutama kelompok tani,” tutupnya. (Juntak)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *