dutapublik.com, SUMENEP – Pemilik Agen Premium Minyak Solar (APMS) dengan nomor 56.694.06 di Desa Sapeken Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur diduga gelapkan hak masyarakat menjual BBM subsidi menggunakan drum dengan harga tinggi.
Hal ini tentunya sangat memberatkan masyarakat Sapeken, di mana warga masyarakat Sapeken mayoritas sebagai Nelayan yang sangat bergantung kepada ketersediaan BBM bersubsidi. pasalnya, selain terjadi kelangkaan BBM, harga yang tinggi melebihi standar pun menjadi persoalan utama bagi masyarakat, yang merasa haknya untuk mendapatkan BBM bersubsidi hilang.
Terkait masalah ini, akhirnya salah satu Petinggi Desa Sapeken angkat bicara. Dijelaskannya, bahwa harga BBM jenis solar yang bersubsi telah dijual dengan harga Rp5.800 perliter hingga Rp6.000 perliter, ketika Tangker Pertamina baru datang. Akan tetapi, setelah Tangker Pertamina pulang, maka harganya menjadi Rp6.250 perliternya hingga Rp6.500 perliternya.
Seharusnya harga secara Nasional yang dipatok oleh Pemerintah adalah sebesar Rp5.150 perliternya, sedangkan harga tebusan dari Pertamina sebesar Rp4.970 perliternya. Ini berarti bahwa pengusaha APMS tersebut merampas hak dan kesejahteraan Rakyat Sapeken dengan memperkaya diri sendiri.
“Harga solar itu tergantung keadaan ye, lamun bubone bau tekka battitu du Tangker mainnya Rp5.800 hingga Rp6.000 perliternya. Tapi ketika Tangker iru mole nia tellung bangi mainnya Rp6.250 hingga Rp6.500 perliternya, dan iru tau ye memainkan gai langsung iye main, kalo H. Ardi iru adikne yang mainkan sedangkan H. Kandar itu ketua koline si Insan iru permainannya.”
“(Harga solar itu tergantung keadaan, ketika Tangker Pertamina baru datang maka diual dengan harga Rp5.800 hingga Rp6.000. Akan tetapi ketika Tangker itu sudah pulang sekitar 3 harian, maka harganya Rp6.250 hingga Rp6.500 dan itu tau memainkan tidak langsung sendiri yang memainkan harga itu, kalau H. Ardi adiknya sendiri yang memainkan dan H. Kandar ketua kolinya si Insan yang memainkan harga itu),” ungkapnya, pada Sabtu (9/4).
Sementara itu Pemilik APMS bernomor 56.694.06 H. Ardi ketika dikonfirmasi oleh media dutapublik.com membantah, bahwa itu semua tidak benar.
“Itu tidak betul,” tegasnya. (King Adie)





