BSPS Amburadul, Kades Margalaksana Pinta Pertanggungjawaban Pengelola

728

dutapublik.com, BANDUNG BARAT – H. Asep Saepudin, selaku Kepala Desa Margalaksana Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat kepada awak media dutapublik.com pada Jumat (10/6), mengungkapkan rasa kecewa terhadap penyelenggara Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) setelah adanya dugaan carut marutnya bantuan, karena kurang adanya sosialisi terhadap para penerima manfaat.

Banyaknya keluhan warga tentang terbengkalainya pembangunan rumah mereka dan mempertanyakan kepada pemerintah Desa tentang kelanjutan program tersebut membuat H. Asep yang akrab dipanggil Kang Cewo itu, merasa prihatin dan berharap akan adanya kejelasan atau alasan mengapa semua itu terjadi.

“Sekarang banyak bantuan, bangunan yang belum beres, terus terkait masalah pengiriman barang tidak diberi nota atau harga. Makanya masyarakat sekarang kebingungan mengadu ke siapa? Sementara dari pihak desa dengan adanya bantuan hanya mengetahui penerima manfaat termasuk CPCL masyarakat yang menerima,” ujarnya.

Kang Cewo pun mengharap adanya pertanggungjawaban dari penyelenggara tentang adanya nota yang tidak mencantumkan harga sehingga masyarakat kebingungan, dan juga terkait dengan masalah keuangan yang seharusnya masuk kerekening penerima manfaat ternyata masuk ke pihak ketiga.

Sementara Ade Mulyono, warga penerima manfaat dari RW 10 Desa Margalaksana yang dengan seadanya membereskan bangunan rumahnya tersebut menjelaskan kalau dia tidak mengetahui bagaimana kelanjutan dari bantuan tersebut, juga tidak tau berapa uang bantuan yang masuk ke rekeningnya.

“Enggak tau kalau habis apa belumnya enggak tau,” cetusnya.

Di lain tempat, TB Rakasiwi sebagai Toko Material yang selalu mengirimkan bahan bangunan kepada para penerima manfaat melalui H. Nana menerangkan, kalau perusahaanya hanya menerima pembelanjaan dari seorang perrempuan yang berinisial L.

H. Nana mengutarakan kalau L tersebut berbelanja sebagian alat bangunan.

“Jadi Pak D sama Bu L mah hanya beli ke sini kita sebagai pengirim,” katanya saembari menyebutkan sejumlah nominal untuk setiap unit rumah. (Sahrudin/Jatma)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *