LP3I Majalengka Gelar I’tikaf Bersama

430

dutapublik.com, MAJALENGKA – I’tikaf adalah berdiam diri di dalam Masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah dan bermuhasabah atas perbuatan-perbuatannya, I’tikaf merupakan sarana seseorang untuk belajar mencari arti kehidupan dengan mengevaluasi diri sambil melakukan hubungan vertikal kepada sang Kholiq dan berkonsentrasi berdiam di Masjid.

Itulah yang dilakukan Mahasiswa LP3I Kabupaten Majalengka dalam pelaksanaan program I’tikaf bersama di Masjid Al-Ikhwan Burujul Wetan Jatiwangi Kabupaten Majalengka, pada Rabu (27/7).

“Tujuannya di Masjid dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Saat terjaga, ia mengisi waktunya dengan shalat, tilawah, dzikir, berdoa, bermunajat, tadabbur, tafakkur atau mengkaji ilmu.”

“Bahkan dalam kondisi tidur pun, orang yang beritikaf mendapatkan pahala yang besarnya tidak bisa didapatkan oleh orang yang tidur di rumahnya. Sebab tidurnya itu termasuk rangkaian i’tikaf,” ujar Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., M.M., selaku Dosen LP3I Kabupaten Majalengka dan sekaligus pembimbing pelaksanaan I’tikaf yang diadakan LP3I tersebut.

Sementara Ade Deni Nurjaman, S.Pd., selaku Head of Education LP3I yang turut mendampingi acara I’tikaf menjelaskan, I’tikaf merupakan kegiatan rutin persemester sekali yang diwajibkan oleh lembaga LP3I ini dan dimasukkan program materi kurikulum pendidikan, bertujuan agar kelak nanti para alumni lembaga ini memiliki komitmen tinggi terhadap agama, karena sudah dipastikan ketika mereka bekerja di sebuah perusahaan akan dihadapkan kepada kesibukan pekerjaan, mudah-mudahan dengan dibina aqidahnya mereka kelak menjadi orang yang disiplin, sukses dan memiliki akhlak yang baik.

Baca Juga:  Momentum HUT Guru Dan PGRI Ke-77, PC PGRI Cikalongkulon Galang Donasi Untuk Korban Terdampak Gempa Bumi Di Cianjur

“Kegiatan itikaf yang kami laksanakan adalah merupakan program dari mata kuliah education of religion pada semester 1 dan 2. LP3I salah satu pendidikan vokasi yang menjamin lulusannya langsung tertempatkan kerja. LP3I sadar, bahwa dalam dunia kerja hardskill saja tidak cukup, namun harus dibarengi dengan softskill.”

“Nah kegiatan I’tikaf ini merupakan pembelajaran langsung untuk menumbuhkan softskill semua peserta didik untuk bekal di dunia kerja kelak,” terangnya.

Mwnurut Dede Rohedi, selaku Ketua HEM (Himpunan Eksekutif Muda) LP3I Majalengka dan peserta I’tikaf Bersama mengungkapkan. bahwa dirinya merasakan ada ketenangan batin dengan mengikuti kegiatan tersebut

Baca Juga:  Kepsek SD GMIM Pinabetengan: Penggunaan Dana BOS Untuk Operasional Sekolah Dan Pembayaran Honor

“Dengan kegiatan iktikaf ini kami merasakan ada ketenangan batin. Di mana, kita sejenak melupakan persoalan dunia dan fokus untuk memperbaiki diri dan beribadah kepada Allah SWT.”

“Acara iktikaf ini sangat penting dan bermanfaat bagi kami selaku peserta didik LP3I Majalengka, karena sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan pada saat ini, yaitu softskill dan juga attitude,” tuturnya.

Senada, H. Cahyadi, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua DKM Mesjid Al-ikhwan Burujul Wetan, dirinya selaku masyarakat atau sebagai pengelola Mesjid memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan I”tikaf Bersama.

“Di mana mahasiswa bukan hanya diajarkan teori-teori akademik tetapi diajarkan langsung praktik-praktik keagamaan, ini sangat langka atau jarang dilakukan oleh perguruan tinggi yang lain.”

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa menjadi bekal dan bermanfaat bagi diri mahasiswa itu sendiri dan berguna bagi masyarakat di lingkungannya. Sekali lagi saya sampaikan bahwa kegiatan ini sangat luar biasa,” ucapnya. (Tengku Syafrudin)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *