Polisi Mediasi Siswa Dari Dua Sekolah Terlibat Tawuran Di Baleendah

375

dutapublik.com, BANDUNG – Sempat viral video tawuran antar pelajar di grup Whatsapp. Polsek Baleendah Polresta Bandung Polda Jabar lakukan mediasi terhadap dua sekolah yang berasal dari Banjaran dan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Kapolresta Bandung Polda Jabar Kombes Pol Kusworo Wibowo membenarkan kejadian tersebut. “Benar, kejadiannya kemarin, Selasa 2 Agustus 2022 sekira pukul 16.00 WIB. Ada penyerangan dari pelajar SMK Pasundan Banjaran kepada pelajar SMKN 3 Baleendah,” katanya di Mapolsek Baleendah, Rabu, 3 Agustus 2022.

Ia mengatakan bahwa perkelahian bukan merupakan suatu solusi penyelesaian masalah, melainkan hanya menimbulkan kerugian dan hal negatif lainnya, peran orang tua, keluarga dan guru sangat penting dalam mendidik anak untuk berperilaku baik.

Lanjutnya ia menjelaskan motif dari kejadian tersebut berawal adanya postingan yang beredar di lingkungan sekolah SMK Pasundan Banjaran, Kabupaten Bandung.

“Semacam ada ejekan, maka dari itu para pelajar dari SMK Pasundan Banjaran ingin mencari tahu kebenarannya,” ujarnya.

Guna mengantisipasi terjadinya kembali keributan antar pelajar ini, pihaknya langsung memanggil Kepala Sekolah masing-masing serta para pelajar yang terlibat tawuran.

“Hari ini kami lakukan problem solving, tujuannya agar tidak terjadi lagi kejadian ini,” tuturnya.

Disinggung adanya korban dari kejadian tersebut, ia menegaskan informasi itu adalah tidak benar (hoax).

“Saya tegaskan, tidak ada korban dalam kejadian ini. Hanya kerusakan motor saja milik pelajar yang menjadi korban,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan dari hasil mediasi yang dilakukan pihaknya, untuk memberikan efek jera kepada para pelajar yang terlibat tawuran.

“Kami tidak ingin kejadian ini terjadi lagi, maka dari itu kami undang Kepala Sekolah masing-masing,” ujarnya.

Adapun hasil dari mediasi ini, kedua belah pihak yakni SMK Pasundan Banjaran dan SMKN 3 Baleendah telah saling memaafkan.

“Kedua belah pihak sudah saling memaafkan dan para pelajar yang terlibat keributan dilakukan pembinaan oleh sekolah masing-masing,” tutupnya. (Doel)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *