Ketahanan Pangan di Rutan Dumai Terus Dikembangkan, Warga Binaan Diberdayakan

12

dutapublik.com, DUMAI – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai terus mengembangkan program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan Rutan. Program tersebut diwujudkan melalui budidaya berbagai tanaman hortikultura dan ikan yang melibatkan warga binaan, petugas Rutan Dumai, serta peserta magang, Selasa (18/8).

Program ketahanan pangan di Rutan Dumai mencakup beragam komoditas, di antaranya kangkung, kacang panjang, cabai rawit, dan pakcoy. Selain tanaman hortikultura, Rutan Dumai juga mengembangkan budidaya ikan lele sebagai bagian dari upaya memanfaatkan lahan secara produktif.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah penanaman bibit kangkung. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bersama-sama dengan melibatkan warga binaan, petugas, dan peserta magang.

Baca Juga:  Perkuat Pemenuhan HAM Warga Binaan, Lapas Kelas IIA Kuningan Gelar Penguatan Hak Asasi Manusia

Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan bercocok tanam juga menjadi sarana pembelajaran dan pemberdayaan bagi warga binaan. Melalui kegiatan ini, mereka mendapatkan pengalaman serta keterampilan praktis di bidang pertanian yang diharapkan dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat.

Kepala Rutan Dumai, Enang Iskandi, menyampaikan bahwa program ketahanan pangan merupakan salah satu bentuk pembinaan yang memberikan manfaat langsung bagi warga binaan.

“Melalui kegiatan ketahanan pangan ini, warga binaan tidak hanya diajak untuk produktif, tetapi juga mendapatkan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Karutan.

Baca Juga:  DPR RI Pastikan Proyek Pengaman Pantai Mandiri Sejati Sesuai Spesifikasi, Pasir Berasal Dari Penambang Resmi

Keterlibatan petugas dan peserta magang turut memperkuat pelaksanaan program di lapangan. Kolaborasi tersebut menciptakan suasana gotong royong sekaligus memberikan pengalaman praktis dalam pengelolaan tanaman dan budidaya ikan.

Rutan Dumai berkomitmen untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan secara bertahap dengan mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia. Program ini diharapkan tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan bagi warga binaan. (NH)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *