Kades Kramat Jaya Malausma Diduga Gelapkan Uang BUMDes, Ketua BUMDes Cuma “Jontrot”

762

dutapublik.com, MAJALENGKA – Uang BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Desa Kramat Jaya Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka diduga telah digelapkan oleh Kepala Desa Kramat Jaya.

Pasalnya, selama berjalannya BUMDes Kramat Jaya di awal penggelontoran uang dari Dana Desa pada tahun 2018 sampai sekarang patut diduga pelaporannya tidak jelas, dimana anggaran BUMDes diperuntukan untuk usaha buah-buahan impor-ekspor dengan sistem investasi ternyata uang tersebut diduga hilang bak ditelan bumi.

Tidak berhenti disitu saja, ketua BUMDes Kramat Jaya terkesan hanya dijadikan sebagai alat oleh Kepala Desa agar pencairan uang tersebut bisa tercairkan dari Dana Desa, setelah uang modal BUMDes cair selebihnya Kepala Desa lah yang mengatur uang tersebut.

Hal itu pun diakui oleh Ketua BUMdes Brahma Jaya Desa Kramat Jaya yakni Sumi ketika diwawancarai awak media melalui telepon sambungan WhatsApp. Ia mengaku ketika uang dari dana desa cair lalu diperuntukan modal BUMDes, kemudian uang tersebut dikasihkan lagi kepada Kepala Desa, selebihnya itu tidak tahu urusan kepala Desa. Dan terkait uang anggaran BUMdes tersebut prosesnya tidak melalui Musdes terlebih dahulu.

“Mengenai anggaran yang Rp 200 juta itu tidak ada pak, tapi untuk anggaran BUMDes itu bertahap, pada Tahun 2018 senilai Rp 31jt, kemudian Tahun 2019 Rp 51jt, Tahun 2020 Rp 14jt sama Rp 26jt, tadinya kan saya mah tidak mengajukan proposal ya pa, saya mah kan awam pa belum pernah di pemerintahan hanya sebagai IRT, jadi pa penunjukan sebagai ketua BUMDes juga awalnya tidak tahu asal ditunjuk aja gitu pa sebagai Ketua BUMDes, kalau sekretaris sama bendaharanya mah tetep kepengurusan yang lama,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, semua anggaran itu dari awal tahun 2018 diperuntukan untuk buah-buahan impor-ekspor sistem investasi dan ada anggaran terpakai untuk wifi senilai Rp 4,3 juta. “Iya kan itu tuh bilang pa kuwu nya sistem investasi bisnis buah segar, kebetulan perusahaannya itu ada di Tasik, cuma kemarin pas ngobrol dengan kepala desa keuangan mah itu sudah jelas karena investasi buah segar, intinya saya mah kan tidak tahu alurnya seperti apa, cuma dapet obrolan saja seperti itu dari pa kuwu, lebih jauh nya saya mah tidak tahu apa-apa,” jelasnya.

“Iya justru itu, makanya tidak ada pembukuannya mah kan tidak ada hasilnya belum ada keuntungan, katanya baru berjalan berapa bulan kan kena Covid-19 tuh, perusahaan disananya mengalami kerugian, cuma tetep mau bertanggung jawab katanya pihak perusahaannya, kayanya dulu juga pas penggelontoran uang tersebut ke BUMDes sebelumnya tidak melalui Musyawarah Desa dulu, saya kan tidak pernah diajak dilibatkan ikut untuk musyawarah, saya menjadi Ketua BUMdes dari tahun 2018,” tambahnya.

Lanjutnya Sumi, intinya dari semua uang yang masuk itu langsung keluar lagi, uang tersebut hanya numpang lewat lalu langsung diberikan lagi kepada kepala desa. “Katanya mau diinvestkan semua ke perusahaan buah-buahan, yang menyerahkan uang ke pihak perusahaan buah-buahan juga ya kepala desa, saya mah cuma sampai menyerahkan uang saja ke kepala desa selebihnya tidak tahu pa, mau bikin laporan gimana pa da bingung kan gak ada surplus, iya benar mandeg aja yang diinvestkan mah, paling cuma wifi aja yang beku mah itu kan beli buat alat-alat nya,” pungkasnya.

Sebelumnya, dugaan permasalahan uang BUMDes tersebut telah naik di media ini beberapa hari lalu, yang mana di awal pemberitaan awak media mendapatkan informasi mengenai kurang transparannya pihak Kepala Desa mengenai uang anggaran BUMdes tersebut, dengan memberikan informasi bahwa di desa Kramat Jaya Malausma pada tahun anggaran 2021 ada suntikan dana untuk BUMDes sekitar Rp 200 juta namun diduga kuat dana tersebut tidak masuk utuh ke kas BUMDes.

Pengelola BUMDes, para sesepuh, tokoh desa sangat mengharapkan adanya transparansi pengelolaan keuangan BUMDes dari kepala desa, terutama pengelola BUMDes yang khawatir jika nanti ada pemeriksaan mereka akan dikambing hitamkan.

Terpisah, ketua BPD Desa Kramat Jaya yakni Iwan saat bertemu menyampaikan bahwa benar ada gelontoran anggaran untuk BUMDes. “Ya benar ada dulu ke BUMDes, pengelolaannya tergantung BUMDes itu mah, disini tuh dulu diperuntukan untuk pupuk, jual beli pupuk untuk masyarakat, ya memang berjalan dulu mah, anggarannya Tahun kemarin, untuk PADes yang masuk ya pasti ada itu mah cuma nggak tahu berapa-berapa nilai totalnya saya tidak tahu,” ucapnya.

Mengenai anggaran Rp 200 juta, Iyan mengaku tidak tahu menahu dan menyarankan awak media menanyakan langsung ke pengelola BUMDes.

Sementara itu, lagi-lagi sampai berita ini dimunculkan, Kepala Desa Kramat Jaya Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka, Tatan Ciptan Sobirin masih tetap belum bisa dihubungi, ditelepon dan dichat melalui sambungan WhatsApp pun tidak pernah mengangkat ataupun membalas pesan dari pihak awak media. (Tengku Syafruddin)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *