Disinyalir Gelapkan Bansos BPNT, Oknum Perangkat Desa Jambangan Terancam Dilaporkan

403

dutapublik.com, PROBOLINGGO – Warga Desa Jambangan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) disinyalir menjadi korban manipulasi oleh oknum perangkat Desa Jambangan.

Jeritan serta kekecewaan dirasakan oleh beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT yang disinyalir digelapkan oleh oknum perangkat Desa Jambangan yang berinisal H.

Modus yang digunakan H diduga dengan mengumpulkan Kartu ATM dan mengambil atau menggesek tanpa kehadiran Keluarga Penerima Manfaat.  “Kami duga hanya demi kepentingan pribadi atau untuk memperkaya dirinya sendiri,” pungkas tokoh masyarakat setempat yang enggan namanya dipublikasikan.

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang berdomisili di RT 01 RW, 07 Desa Jambangan, saat dihubungi melalui sambungan seluler menjelaskan kejadian yang ia alami.

“Memang saya lama gak mendapatkan bantuan BPNT tersebut, setelah saya lapor ke pak RT setempat, dengan tegasnya dia mengusulkan ke aparat desa, ternyata selang beberapa waktu kemudian ada perangkat desa yang berinisial H datang ke saya dan memberikan sejumlah uang kepada saya, katanya bantuan BPNT milik saya dialihkan ke orang lain, saya heran pak, kok bisa bantuan saya dialihkan ke orang lain tanpa sepengetahuan saya sedangkan saya masih sangat membutuhkan,” ucap KPM BPNT dengan nada geram.

TKSK, Kecamatan Besuk dalam naungan Dinas sosial, mengatakan bahwa ia akan mendatangi atau menemui oknum perangkat desa yang diduga sudah bermain-main dengan bantuan rakyat miskin di program pemerintah atau BPNT, dan dirinya tegas melarang jika bantuan dialihkan. 

“Tidak boleh, apalagi dialihkan ke orang lain, jelas kalau seperti itu melanggar aruran yang ada,” ucapnya dengan nada santun.

Perangkat Desa Jambangan berinisial H, saat dikonfirmasi Tim media menyampaikan bahwa permasalahan di desa nya sangat banyak, bukan hanya program BPNT saja. “Kasus lain juga banyak, coba sampean cari tau pak, kasihan rakyat Desa Jambangan pak,” celotehnya.

Saat disinggung soal ATM BPNT yang dipegang dirinya, ia juga menjawab dengan santai. “Benar kartu ATM BPNT itu saya yang membantu ngumpulin menggesek dan menarik saldo di agen atau E-Warung, memang benar saat penggesekan itu bukan KPM BPNT.

“Saat disinggung soal kode PIN yang seharusnya tidak boleh orang lain tahu selain KPM, dirinya menjawab, kode PIN sudah dicatat semua. “Jadi kalau di desa Jambangan, tidak ada PIN di program BPNT rahasia pak,” pungkas perangkat Desa Jambangan yang berinisial H, yang saat ini menjabat sebagai kasi pemerintahan.

Sementara Sekjen IWP, Jamaluddin, saat dikonfirmasi tim media di kantor sekertariat IWP, menjelaskan pihaknya akan terus melakukan pendalaman terkait adanya dugaan penggelapan dana bantuan BPNT oleh oknum perangkat Desa. “Bilamana nantinya dari hasil pengumpulan data dan bukti-bukti pelanggaran, adanya dugaan penggelapan dana bantuan BPNT maka kami tidak akan segan-segan melaporkan oknum perangkat desa tersebut ke aparat penegak hukum yang ada di kabupaten Probolinggo,” ungkap Sekjen IWP Jamaluddin. (Sinar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *