Pemkab Cianjur Rilis LPJ Rekapitulasi Donasi Via Instagram, Warga Tuding LPJ Tersebut Tidak Sesuai Fakta 

520

dutapublik.com, CIANJUR – Terkait adanya Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Pemerintah Kabupaten Cianjur yang dirilis di Instagram Bupati Cianjur mengenai Rekapitulasi Dana Donasi Cianjur Tahun 2022 dimana di sana tertulis tentang pengadaan tenda keluarga pengungsi dan pengadaan jemuran.

Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Bencana Kabupaten Cianjur, Galih Widiaswara geram pasalnya melihat Laporan Pertanggung Jawaban Pemerintah Kabupaten Cianjur tersebut diduga banyak kejanggalan atau tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Bencana Kabupaten Cianjur, Galih Widiaswara

Menurut Galih kepada wartawan dutapublik.com saat dihubungi lewat Handphone Seluler, Jumat (23/12) menjelaskan bahwa setelah mengevaluasi hasil temuan di lapangan ia menemukan kejanggalan seperti adanya Pengadaan Tenda sebanyak 1000 tenda yang diberikan kepada 12 Kecamatan yang terdampak Gempa Bumi. Dimana berarti tenda tersebut sudah dialokasikan ke tiap Kecamatan sekitar 84 tenda.

Baca Juga:  Personel Polri Bantu Masyarakat Korban Gempa Cianjur Evakuasi Barang Masih Layak Pakai

“Saat kami memegang data dari pemerintah daerah bahwa didata tersebut contohnya Desa Mangunkerta sudah dikeluarkan 120 tenda. Pas kami tanyakan ke Kepala Desanya Lewat WhatsApp ternyata pihak desa hanya menerima 20 tenda,” ujar Galih.

Masih kata Galih diperparah lagi saat ditanyakan kepada warga ternyata terpal yang dipakai milik sendiri, ada pula dari donatur.

Baca Juga:  Sekda Lynda Hadiri Pelatihan Keuangan Dan Sosalisasi Aset Desa DiSonder

“Ironisnya hasil tim survei di lapangan bahwa tenda tersebut pernah ada namun sesudah kunjungan Pa Jokowi tenda tersebut ditarik kembali oleh birokrat alasan mau dicuci tapi sampai sekarang tidak diberikan lagi ke warga,” jelasnya.

“Sampai saat ini tim akan menunggu hari Senin konon katanya pemerintah akan melakukan buka bukaan bersama dengan kita dan kita akan mengundang semua media agar masyarakat tahu dan mengawal anggaran sehingga tepat sasaran,” sambungnya.

Galih mengaku sangat menyayangkan masalah ini dan ia menegaskan bahwa yang paling penting saat ini fokus akan kemanusiaan bukan pencitraan. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *