Diduga Sering Mendapat Kekerasan Sang Majikan, PMI Minta Tanggung Jawab Pemeroses Untuk Memulangkan

414

dutapublik.com, KARAWANG –  Nani Suryani (28) Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Purwasari Kabupaten Karawang diberangkan oleh PT. Elsafah melalui seorang sponsor bernama Yayah ke negara tempatan saudi Arabia, diduga alami kekerasan fisik dari majikannya atas tuduhan sesuatu perbuatan yang tak pernah dilakukannya. Atas tindakan kekerasan fisik dari majikan yang diterimanya, ia memohon kepada PT. yang memberangkatkan untuk dipulangkan dari tempat kerjanya di Arab Saudi, karena ia mengaku sakit dan sudah tidak tahan lagi untuk bekerja.

Melalui sambungan WhatsApp Nani Suryani menceritakan kapada awak media dutapublik.com bahwa dirinya kerap mendapat kekerasan oleh majikannya,

Baca Juga:  Forum Komunikasi Petugas Rekrut Calon Pekerja Indonesia Kabupaten Cirebon Bentuk Satgas

“Saya pingin pulang ke indonesia majikaan saya galak, pernah rambut saya dijambak dan majikan saya memukul punggung saya, cuman saya gak punya bukti. Tapi saya harus gimana lagi ngadu ke kantor tidak di respon,” ucap Nani suryani. Kamis (29/12). 

Selain itu ia mengaku pernah disuruh cari cincin milik majikannya, sedangkan jangankan mengambil cincin tersebut melihapun dirinya belum pernah.

“Saya pernah disuruh cari cincin seharian sedangkan saya tidak tahu cincinnya, seperti apa karena blm pernah lihat, ” kata Nani.

Pernah suatu hari anak majikannya hilang ia disuruh mencari. Dalam upaya mencari cucu majikannhya sambil dimarahin, hampir alami insiden jatuh dari tangga, padahal anaknya majikannya diambil atau ada sana neneknya.

Baca Juga:  Inspektorat Tanggamus Tanggapi Serius Dan Segera Tindak Kasus Kakon Selingkuh

Seharian saya disuruh cari anak majikan yang hilang, sambil dimarahi habis-habisan, setelah beberapa jam mencari ternyata anak majikan ada sama neneknya, ” imbuh Nani.

Kasus terakhir, dikatai Nani, ia pernah dituduh mencuri celana milik majikannya.

Yang terakhir saya pernah dituduh mencuri celana, ” ucapnya.

Tak kuat dengan apa yang menimpa dirinya ia pun memohon untuk dipulangkan ke Indonesia ke pihak pemeroses.

Ketika dikonfirmasi sang pemeroses atau sponsor Yayah, tidak menjawab. (Hans). 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *