dutapublik.com, CIANJUR – DR (26) Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang bekerja di negara tempatan Saudi Arabia, alami kekerasan fisik dan disekap selama 4 hari bersama enam orang temannya, diduga dilakukan oleh sang majikan. Kini ia dalam kondisi sakit dan tidak bisa bekerja. Dengan kondisi seperti itu, ia meminta agar dipulangkan ke Indonesia dan mengadu ke posko pengaduan dutapublik.
Wanita kelahiran Cianjur 27 Januari 1996 tersebut mengaku diproses oleh PT. ZA melalui seorang sponsor Nur, di saat penghentian dan pelarangan penempatan tenaga kerja Indonesia pada pengguna perseorangan di negara-negara kawasan Timur Tengah masih berlaku, sebagaimana diatur dalam kepmenaker nomor 260 tahun 2015.
Nur selaku sponsor saat dikonfirmasi dutapublik.com via WhatsApp mengatakan bahwa benar PMI DR dia yang proses melalui PT. ZA.
“Nama Devi Rahmawati Binti Suherman, alamat Kampung Tugu Asem Desa Sukaluyu, terbang tanggal 5 Desember 2022, terbang dari PT. Zamzam Assami, Direktur Mister Saleh dalam pengawasan Waka Cianjur, ” beber Nur.
Disinggung soal adanya kekerasan dan penyekapan terhadap PMI Devi, ia mengatakan bahwa tidak benar ada masalah terkait PMI Devi.
“Maap ga ada kekerasan, dia kerja lagi. Ini ibu nya juga bilang mau pindah kerja. Atau tanya aja ke pa waka Cianjur PT. Assami,” ungkapnya.
“Iya ibu nya bilang pindah majikan di Gasim Jadi ga ada masalah, ” imbuh Nur.
Lalu, Nur menambahkan jika Devi mau pulang pihak agent juga mau memulangkan, tetapi ia ingin pindah majikan. Dan sekarang sudah kerja lagi jadi gak ada masalah.
“Kalah mau pulang dipulangkan sama agent, dia gak mau, pindah majikan maunya. Sekarang sudah kerja lagi. Sekarang gak ada yang sulit, terus devi ga ada kekerasan, ” pungkas Nur via Chat whatsapp.
Berbeda dengan pengakuan sponsor, saat dikonfirmasi, Devi menceritakan apa sebenarnya yang terjadi di negara tempatnya bekerja. Devi mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan dan penyekapan yang diduga dilakukan majikannya.
“Saya pulang ke kantor karena dimajikan gak dikasih makan (nasi_red) selama 4 hari, Cuman dikasih teh manis, samoli, sama mie. Lalu saya sakit dan masuk rumah sakit, selama sehari diinfus dan dioksigen, ” tutur Devi.
Lebih lanjut Devi menyatakan bahwa ia minta kepada orang kantor pulang ke Riyadh, namun apa yang didapatnya, Ia malah dikurung bersama 6 orang PMI lainnya selama 4 hari. Selain dikurung ia juga mendapat bogem mentah.
“Saya minta kepada orang kantor untuk pulang ke Riyadh, malah dikurung bersama teman 6 orang selama 4 hari, terus dipukul dan ditampar sama Babah,” ungkapnya sambil menangis.
Lanjutnya, Ia mengaku sudah tak kuat lagi untuk melanjutkan bekerja karena alami sakit sesak nafas, sedangkan orang kantor mendesaknya untuk terus bekerja, namun untuk berobat pun pakai uang pribadi.
“Saya tak kuat lagi pak, kerja di sini, apalagi kalo badan saya sakit begini, saya sesak nafas, makanya ingin pulang. Orang kantor menyuruh saya kerja terus, sedangkan ke Rumah sakit juga biaya sendiri,” pungkas Devi. (HANS).


