Kalen Kendal Dinormalisasi, Keluhan Petani Desa Sukajaya Cikul Terkabulkan Bisa Tanam Padi Serempak

436

dutapublik.com, KARAWANG –  Kondisi aliran air irigasi untuk pesawahan yang tidak maksimal, bisa menyebabkan kerugian bagi para petani, karena kebutuhan air untuk sawah akan berkurang. Penyebab tersendatnya aliran air tersebut, diantaranya karena adanya sedimen lumpur yang berakibat terjadinya pendangkalan irigasi.

Sehingga dibutuhkan pengangkatan sedimen lumpur di saluran irigasi dengan cara normalisasi atau pengerukan agar debit air bisa kembali normal untuk mencukupi kebutuhan air para petani.

Hal serupa yang dialami oleh petani di desa Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, karena saluran air irigasi Kalen Kendal yang sudah mengalami pendangkalan akibat sedimen lumpur, sehingga kebutuhan air untuk pesawahan jadi berkurang drastis.

Namun, saat ini petani desa Sukajaya bisa bernafas lega, karena tidak lagi berebut air untuk mengaliri sawahnya pada musim tanam yang sekarang sedang berlangsung. Pasalnya, irigasi Kalen Kendal saat ini sedang dilakukan normalisasi pengerukan sedimen lumpur.

Dengan dilakukannya normalisasi tersebut para petani sekitar mendukung kegiatan normalisasi saluran air untuk memperlancar pasokan air ke areal sawah.

“Dengan adanya normalisasi, sawah yang tadinya sulit air dan kekeringan, sekarang menjadi lancar kembali. Saya mewakili anggota kelompok tani sangat berterima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR Kabupaten Karawang yang cepat tanggap dalam mengatasi keluhan para petani,” ujar Wawi kepada media dutapublik.com, pada Jumat (27/1).

Wawi menjelaskan, bahwa sebelumnya dirinya bersama para petani mendatangi kediaman kepala desa  guna mengusulkan segera dilakukan pengerukan sedimen di Kalen Kendal.

“Betul Pak, kami datangi rumah Kepala Desa Pak Dulhadi secara ramai-ramai mengusulkan agar Pak Kades segera menanggapi usulan kami agar dilakukan normalisasi. Karena bulan Januari ini kami harus melakukan tanam padi. Kalo aliran airnya tidak lancar dan tidak cukup, kami mau nanam padinya bagaimana?,” bebernya.

Sementara, Kades Sukajaya, Dulhadi, membenarkan kejadian waktu para petani mendatangi kediamannya untuk meminta segera dilakukan pengerukan Kalen Kendal.

“Iya betul. Para petani mendatangi rumah saya meminta segera dilakukan pengerukan Kalen Kendal. Mereka mengeluh karena pasokan air untuk mengaliri sawah mereka dirasakan sangat berkuran,” ungkapnya.

Dengan adanya pengerjaan pengerukan, Dulhadi sangat mengapresiasi Dinas PUPR yang sudah merealisasikan keluhan petani di desanya.

“Terima kasih banyak kepada Dinas PUPR yang sudah mengabulkan keinginan petani di desa saya. Saya dan para petani jadi tenang, karena bisa serempak melaksanakan musim tanam. Tidak perlu lagi berebutan air. Jangan salah Pak, banyak kejadian para petani berantem dan bermusuhan gara-gara berebut aliran air untuk sawahnya, karena akibat aliran irigasi sudah dangkal, sehingga pasokan air tidak maksimal. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak,” ucapnya. (N. Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *