dutapublik.com, CIANJUR – Di zaman serba sulit seperti sekarang ini, rasanya susah untuk menemukan orang jujur. Sepertinya kejujuran telah menjadi barang langka. Tidak semua punya nyali untuk berkata jujur, apalagi korban Gempa Bumi yang notabene benar-benar membutuhkan bantuan.
Namun kejujuran yang dirasa langka, ada di dalam diri Ridwan Darusaleh warga Kp. Angkrong RT 03/03 Desa Talaga Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur. Kepada Duta Publik saat diwawancara Via WhatsApp, Sabtu (22/4), Ridwan mengaku dirinya mendapatkan bantuan sebesar Rp60 juta dan dikategorikan sebagai Penerima Bantuan Rumah Rusak Berat.
Padahal Ridwan mengaku rumahnya hanya masuk kategori sedang. Karena kejujurannya Ridwan pun mengembalikan uang tersebut beserta buku rekeningnya ke pihak Bank diantar oleh Ketua RT setempat. “Iya bu, saya mendapat bantuan untuk kondisi rumah katagori berat namun kerusakan rumah sebenarnya masuk kategori rusak sedang, nah di rekening saldo ada Rp60 juta. Saya kembalikan setelah konfirmasi ke pihak bank, diserahkan rekeningnya pulang tanpa dapat rekening,” ujar Ridwan.
Masih kata Ridwan, tindakannya mengembalikan uang Rp60 juta ke Bank karena ia hanya ingin diberi bantuan secukupnya sesuai keadaan rumah. “Misalkan saya ambil berarti saya mencuri hak orang lain kategori rumah rusak berat walaupun yang lain sudah pada dapat rekening sebagian sudah cair. Kondisi rumah saya itu rusak sedang tidak mengada-ngada dengan sengaja rumah dirobohkan ataupun dijebol biar dapat keuntungan, ibu juga bisa cek sendiri ke rumah,” tutur Ridwan.
Ridwan menjelaskan lebih jauh, bahwa sekarang ada bagian rumah yang harus dijebol dengan alasan takut menimpa rumah tetangga ataupun menimpa orang lewat, namun dirasa belum ada waktu dan belum ada uangnya. “Memang saya bertahan tinggal di rumah di tendanya cuma sebulan dikarenakan punya anak kecil gak kuat bertahan di tenda sering sakit jadi beranikan diri. Walaupun sering ada gempa susulan dan istri juga masih trauma pas kejadian mengevakuasi anak tiga, karena pas gempa saya lagi tidak ada di lokasi kejadian pada saat itu saya lagi bekerja,” sambungnya.
Ridwan berharap agar dana bantuan cepat cair sesuai yang diharapkan agar segera mungkin rumahnya bisa diperbaiki.
Sementara itu Ketua Rt 03/03 Kampung Angkrong Desa Talaga Kecamatan Cugenang Nuraeni saat ditemui di Desa Talaga membenarkan bahwa ada warganya yang melaporkan bahwa bantuannya tidak sesuai. Tapi berbeda bukan tidak sesuai pendataan tetapi karena kejujurannya warga yang bernama Ridwan ini mengembalikan bantuan tidak sesuai dengan keadaan kondisi rumahnya yang terkena dampak gempa Bumi.
“Warga tersebut memang masuk kategori sedang. Namun pas pencairan terdapat masuk uang Rp60 juta. Ridwan pun langsung melapor sama saya seketika itupun saya bawa ke Kepala Desa dan bersama Kepala Desa kami mengembalikan buku rekeningnya ke pihak Bank langsung. Malah di kampung kami ada dua warga seperti itu. Padahal banyak warga yang salah pendataan, sehingga harus menunggu lebih lama ke proses ajuan banding. Sudah banyak warga yang mengeluh ingin cepat – cepat tinggal di rumah yang layak. Sudah tidak betah tinggal di tenda-tenda darurat. Sudah kondisinya tidak nyaman. Ditambah apabila hujan turun tenda kami kebanjiran. Maka dari itu saya mewakili keluhan warga agar pihak pemerintah secepatnya merealisasikan bantuan tersebut,” pungkasnya. (Yani)





