dutapublik.com, BEKASI – WhatsApp Grup/WAG FINTER (Forum Interaksi Rakyat) belum lama ini mengkritik secara frontal jajaran eksekutif maupun legislatif yang ada di Kabupaten Bekasi. WAG FINTER yang dibuat oleh Ketum LSM Sniper Indonesia Gunawan ini, melakukan kritik sosial terkait permasalahan jalan kabupaten yang saat ini berstatus rusak. Kebetulan dalam WAG FINTER, Pj Bupati Bekasi dan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi juga turut menjadi anggota, begitupun pejabat terkait dan pimpinan berikut anggota DPRD Kabupaten Bekasi juga ikut menjadi anggota, sehingga kritikan para pemerhati di dalam WAG FINTER sangat mengena dan langsung berdampak.

Grup WAG FINTER
Hal ini dapat dilihat di dalam website bekasikab.go.id yang merupakan corong informasi dari Pemkab Bekasi untuk menyebarkan kegiatan yang dilakukan kepada masyarakat. Selang sehari usai berbagai kritik mengalir deras di WAG FINTER, muncul berita di website bekasikab.go.id, bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi kini terus menggenjot perbaikan infrastruktur jalan pada sekitar 143 titik se-Kabupaten Bekasi dengan menambah alokasi anggaran tambahan dari bantuan APBN di tahun 2023 dan APBD Provinsi Jawa Barat untuk tahun 2024.
Dilansir dari website bekasikab.go.id, bahwa perkataan di atas diucapkan Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan didampingi Kepala Dinas SDABMBK Henri Lincoln saat meninjau jalan di wilayah Kecamatan Tambun Selatan, pada Selasa (2/5).
“Kalau sumber anggaran, kemarin kan kita sudah bertemu DPR RI, sudah ada kesiapan sekitar Rp 85 miliar untuk dua ruas jalan akan diturunkan tahun ini, sekarang kita bahas teknisnya dari bantuan APBN. Kemudian APBD Provinsi juga ada, tapi memang kemungkinan di tahun 2024,” terang Dani Ramdan saat bersama Sekda Dedy Supriyadi, meninjau perbaikan jalan pada Selasa (2/5).
Anggaran infrastruktur jalan ini jelas Dani, akan ada peningkatan di tahun ini dibanding tahun sebelumnya.
“Di daerah CBL, Gabus, dan Cibarusah, memang masih sedang dalam pembicaraan, tetapi sudah semakin mengerucut bisa dilakukan,” tambahnya.
Menurut Dani, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak dikarenakan anggaran dua tahun lalu direfocusing untuk penanganan Covid-19. Selain itu kerusakan jalan terjadi karena banyak kendaraan yang melintasi ruas jalan di Kabupaten Bekasi bertonase tinggi.
“Oleh karena kita harus memastikan spek-nya itu betul-betul sesuai dengan yang kita rancang. Nah sekarang kita ada metode e-katalog. Ternyata di sana ada dua keuntungan untuk yang beton kita tidak ada banting-bantingan harga, kedua masa pemeliharaan bisa dua tahun, kalau hotmix satu tahun,” ungkapnya.
Dani meyakini apabila Pemkab Bekasi melalui persetujuan DPRD bisa memiliki sekitar Rp 1 triliun anggaran yang dialokasikan kepada pemeliharaan infrastruktur jalan, maka akan bisa cepat diselesaikan.
“Nanti dengan Dewan ya, makanya Dewan saya ajak, tapi Rp 1 triliun itu pemeliharaan atau perbaikan, belum pembangunan jalan baru, kalau mau jalan baru di atas itu,” jelasnya.
Strategi ini apabila sudah melalui persetujuan DPRD bisa dilakukan, terangnya, dengan membagi peran, seperti jalan lingkungan dengan mendorong Pemerintah Desa, dan APBD dialokasikan ke jalan Kabupaten.
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan pada Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi, Heru Pranoto menyampaikan panjang ruas jalan Tambun Selatan – Cimuning yang akan diperbaiki sekitar 1,1 kilometer dengan lebar 5 meter
“Di tahun ini juga ada perbaikan saluran sekitar 700 meter. Memang dari tahun kemarin sudah kita programkan perbatasan dengan kota, tahun kemarin kita sudah cor yang rusak parah, nah untuk menjaga kemantapan jalan yang rusak ringan, kita perbaiki biar ke depan Kalimalang tetap mulus,” jelasnya.
Sementara mengenai jalan yang akan diperbaiki Pemkab Bekasi di tahun 2023 ini, sambungnya, sebanyak 143 titik jalan Kabupaten.
“Yang sudah termasuk ke dalam SK ruas jalan Kabupaten, itu sama ada yang jalan baru jalan perbatasan Karangsatria ke arah kota yang jalan alternatif buat jalan tanggul, dengan total anggaran kurang lebih Rp 240 miliar,” terangnya.

Salah Satu Kritikan Kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi Di Grup FINTER
Sementara itu Admin WAG FINTER, Gunawan dalam keterangannya mengaku senang karena kritikan rekan-rekan pemerhati di WAG FINTER berbuah manis. Pasalnya keinginan para pemerhati agar jalan kabupaten yang kini rusak bahkan rusak parah segera diperbaiki pemerintah berbuah manis.
“Alhamdulillah jalan rusak di Cibarusah, CBL dan Gabus segera diperbaiki Pemkab. Ini merupakan wujud dari kritik yang konstruktif untuk membangun Kabupaten Bekasi tercinta,” ujar Gunawan, Selasa (2/5).
Gunawan yang juga menjabat sebagai Ketum LSM Sniper Indonesia ini juga menyarankan agar APBD Kabupaten Bekasi kedepannya terkait plot Anggaran PL (Penunjukan Langsung) diperkecil, dan alokasi anggaran dirubah untuk kegiatan pembangunan jalan Kabupaten.
Ia juga meminta agar eksekutif dan legislatif untuk melihat kondisi jalan kabupaten yang ada di Kabupaten Beksi saat ini kondisinya sangat memprihatinkan pasalnya banyak tidak tersentuh oleh anggaran pemeliharaan dan peningkatan jalan kabupaten.
Gunawan juga menilai Pemkab Bekasi sudah tepat untuk segera melakukan perbaikan jalan Cibarusah dan CBL karena saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan tidak layak.
“Sebagai contoh di wilayah Kecamatan Bojongmangu, jalan kabupaten mulai dari sebelah selatan situ Abidin yang tembus ke Cibarusah dan yang tembus ke Pasir Kupang, kemudian jalan CBL sudah 3 tahun tidak pernah tersentuh oleh perbaikan dan pemeliharaan jalan kabupaten,” jelasnya. (Uya)





