dutapublik.com, MADINA – Kondisi Salamah Nasution (29) warga desa Tangga Bosi Tolu (III) sangat memprihatikan. Kondisi itu berawal sejak Salamah berumur dua bulan hingga kini. Salamah lahir di Jakarta 29 tahun silam sewaktu orang tuanya merantau. Kondisi Salamah terus lemah hingga kini.
Salamah merupakan anak kedua dari pasangan Abdul Kadir (60) dan Erna Batubara (59), anak pertama mereka sudah berumah tangga. Hal itu dikatakan Abdul Kadir kepada awak media dirumahnya, Jumat, (22/09/2023).
Kondisi Salamah ini naik ke publik berawal dari laporan masyarakat kepada ketua Karang Taruna Siabu Ringgo Siregar tentang adanya seorang warga yang butuh bantuan perobatan dan belum melakukan perekaman E KTP. Beberapa hari yang lalu ada perekaman KTP di aula Kantor Camat Siabu, hal itu juga yang diinginkan orang tua Salamah agar anaknya memiliki KTP.
Atensi, Ringgo Siregar bersama Bintara Bina Desa (Babinsa) Koramil 12/ Siabu (kopral Dua) Marwan Alfian Dongoran beserta beberapa jurnalis Siabu dan didampingi Kepala Desa Terpilih Mahruddin dan perangkat desa serta juga Bidan Desa (Minda) mengunjungi keluarga tersebut untuk dilakukan tindakkan selanjutnya.
Abdul Kadir mengatakan kepada unsur yang hadir membesuk anaknya, kondisi anaknya awalnya sejak berumur 2 bulan setelah lahir awalnya seperti gejala kuning atau penyakit kuning. 18 tahun sudah mereka pulang kampung dari perantauan ke Tangga Bosi Tolu, selama ini Salamah terus berobat meski seadanya.
“Tidak tau apa penyebab dan jenis penyakitnya, sejak sakit kuning itulah kondisi putri saya jadi lumpuh layu seperti ini,” terangnya.
Diterangkannya lagi, sudah pernah dibawa berobat mulai dari orang pintar, Rumah Sakit di Sumatera Utara dan Mandailing Natal bahkan juga pernah dibawa berobat ke Jakarta, namun belum ada perubahan yang signifikan.
Salamah belum Memiliki Elektronik Kartu Tanda Penduduk elektronik (E KTP) namun sudah terdaftar di jaminan kesehatan (BPJS), umur berlanjut sehingga Salamah seharusnya memiliki KTP elektronik, hal itu juga dikeluhkan orangtua Salamah.
Jarah tempuh dari Tangga Bosi Tolu dengan kantor dinas kependuduk yang membuat Salamah belum bisa diantar orangtuanya untuk melakukan perekaman e-KTP.
Abdul Kadir juga berharap kiranya ada yang bisa membantu dan memfasilitasi keluarganya agar bisa dibawa berobat ke dokter spesialis ahli.
“Umpe bisa ia tu kamar mandi job ma roa (setidaknya dia bisa sendiri ke kamar mandi sudah syukur). Mohon kepada pemerintah dan dermawan untuk bisa berbagi untuk kesembuhan Salamah,” imbuh Kadir.
Di tempat yang berbeda, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Mandailing Natal (Disdukcapil Madina) Ridwan Nasution saat dikonfirmasi tentang ketiadaan KTP Salamah, dia langsung mengatensi atas pemberitaan dan pemberitahuan secara langsung Via Whatsapp oleh ketua Karang Taruna Siabu Ringgo Siregar. “Sore akan kita lakukkan perekaman e-KTP,” jawabnya.(S.N)





