dutapublik.com, BEKASI – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi secara serentak di berbagai wilayah Indonesia melalui konferensi video (Zoom), Kamis (13/8/2026).
Salah satu titik peresmian berada di Kampung Kalenderwak RT 003/006, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung di lokasi oleh Plh. Kapolsek Cikarang Timur, AKP M. Jamaluddin, S.H., M.Si. Acara dihadiri sekitar 35 peserta yang terdiri atas jajaran kepolisian, perwakilan Brimobda PMJ, Kepala Desa Karangsari, mahasiswa Universitas Pelita Bangsa, anggota BPD, serta tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat setempat.
Dalam laporannya kepada Presiden, Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menyampaikan bahwa Polri bersama berbagai pihak telah bergotong royong membangun dan merevitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya di 30 Polda.
“Jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 11 hingga 19,2 kilometer. Infrastruktur ini menghubungkan sekitar 1,3 juta penduduk dan memberikan manfaat langsung bagi dua juta orang, mulai dari anak sekolah, petani, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum,” ungkap Kapolri.
Kapolri menambahkan, program tersebut juga mencakup pembangunan 39 jembatan untuk mendukung pemulihan wilayah yang terdampak bencana di Pulau Sumatera. Infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru.
“Kami senantiasa memohon arahan agar setiap langkah pengabdian Polri sesuai dengan visi Bapak Presiden, bahwa Polri lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat,” tambah Jenderal Listyo Sigit.
Selain peresmian jembatan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan bakti kesehatan berupa pembagian kacamata gratis kepada masyarakat sekitar.
Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas inisiatif jajaran kepolisian. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan pentingnya kehadiran aparat keamanan yang dekat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh anggota TNI dan Polri yang telah menjalankan bakti kepada rakyat. Ini bukti bahwa TNI adalah tentara rakyat dan Polri adalah polisi rakyat. Saudara bukan tentara biasa, Saudara bukan polisi biasa. Saudara lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, memberi yang terbaik untuk rakyat, dan pada akhirnya akan kembali kepada rakyat,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden juga menyoroti semangat gotong royong yang tercermin dalam pembangunan jembatan secara swadaya. Menurutnya, hal tersebut membuktikan bahwa masyarakat Indonesia mampu bekerja bersama untuk mewujudkan kemakmuran rakyat.
“Perbuatan baik dan pengabdian oleh pribadi maupun pejabat itu sesungguhnya dipantau, dicatat, dan diingat oleh rakyat. Hari ini, saya sebagai Presiden Republik Indonesia maupun sebagai pribadi merasa sangat bangga dan berterima kasih karena kita telah membantu rakyat kita,” tutup Presiden.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan dialog interaktif antara Presiden dan perwakilan masyarakat dari berbagai daerah. Rangkaian kegiatan peresmian di titik Cikarang Timur berakhir sekitar pukul 11.10 WIB dan berlangsung aman serta kondusif.
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam memperkuat konektivitas masyarakat sekaligus mendorong pergerakan ekonomi di tingkat desa. (SM Migung)






