Oknum Guru Sekolah MAN 2 Deli Serdang, Diduga Menjadi Pahlawan Dengan Tanda Jasa Sebesar 500 Ribu

455

dutapublik.com – MEDAN Guru seyogianya adalah sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Namun lain hal dengan Oknum Guru Sekolah MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 2 Deli Serdang, gelar Pahlawan Tanpa Tanda Jasa akhirnya tecoreng menjadi Pahlawan Dengan Tanda Jasa.

Pasalnya, Oknum tersebut, diduga melakukan pungutan liar (Pungli) ratusan ribu rupiah bagi siswa yang lulus dan yang masuk Perguruan Tinggi melalui jalur undangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Jumat (7/5), dugaan pungli tersebut dibandrol sebesar Rp. 400 ribu hingga Rp. 500 ribu per orang, yang permintaannya disampaikan via pesan Chat WAG, dengan dalih sebagai sumbangan pembangunan sekolah.

Padahal, sebagaimana diketahui bersama, bahwa uang pembangunan itu sendiri telah dibayarkan oleh murid saat awal pendaftaran masuk sekolah.

Selain modus uang pembangunan, judul pungli lain yang digunakan yakni sebagai uang ucapan terima kasih bagi para siswa yang telah lulus SNMPTN, PTKIN, POLTEKKES lewat jalur undangan.

Kepala Sekolah MAN 2 Deli Serdang Dr. H. Burhannudin, S.Ag., M.Pd., saat dikonfirmasikan, membalas dengan pesan WhatsApp miliknya.

“Selamat siang Pak, terima kasih infonya, nanti saya cek kebenarannya. Karena kalau saya sebagai Kepala Madrasah tidak pernah memerintahkan hal tersebut,” kata Kepsek melalui pesan Chat WhatsApp.

Lanjut Burhanuddin, melalui pesan WhatsApp menerangkan, bahwa berdasarkan informasi dari pihak panitia pelaksana, sumbangan sejumlah uang tersebut tidak dipaksakan kepada orang tua murid.

“Baik Pak barusan saya ngomong sama Nurhati dan Panitia pelaksana seleksi ke SNMPTN, PTKIN, POLTEKKES. Mereka bilang sama saya bahwa berita WA itu tidak ada mereka paksa. Bahwa bila ada orang tua yang memberikan uang itu sukarela mereka Pak, rasa syukur dan terima kasih para orang orang tua.”

“Dan mereka Panitia mengatakan yang memberikan terima kasih, digunakan Pertama, untuk buka puasa bersama dengan orang tua siswa dan para guru-guru. Kalaupun Bapak kurang jelas boleh kita ketemu dengan Panitianya. Yang pasti begitulah kondisinya ya pak mks,” ujarnya di pesan WhatsApp.

Hal tersebut, kata Burhanuddin, sudah dibicarakan dengan para orang tua murid dan mereka tidak merasa keberatan.

“Dan sudah dikonfirmasi dengan orang tua tersebut, mereka tidak ada keberatan dan itu diberikannya ikhlas. Barusan dikonfirmasi oleh ibu Nurhati. makasih Pak atas kerjasama yang baik,” sebut pesan WhatsApp Kepsek MAN 2 Deli Serdang.

Penyampaian Kepsek MAN 2 Deli Serdang, ternyata berseberangan dengan apa yang disampaikan di chat WhatsApp group sekolah kepada para orang tua siswa yang bersangkutan.

Sementara, pihak sekolah telah mengeluarkan pengumuman tersebut melalui WhatsApp group sekolah agar dapat membawa uang sebesar 400 ribu sampai dengan 500 ribu rupiah.

Karena adanya konfirmasi dari wartawan kepada Kepsek Burhanuddin terkait dugaan Pungli tersebut, akhirnya oknum guru berinisial NH menghubungi salah satu siswa yang lulus di jalur undangan untuk melakukan Voice Note (VN) atau pesan suara melalui WhatsApp.

“Saya Ikhlas memberikan Uang Ucapan Terima kasih,” kata salah satu siswa melalui pesan suara WhatsApp, atas suruhan Oknum guru NH.

Anehnya, pesan suara WhatsApp tersebut, dilakukan setelah awak media mengkonfirmasi Kepsek MAN 2 Deli Serdang sebelumnya, terkait berita dugaan Pungli uang ucapan terima kasih.

Di sisi lain, masih banyak para orang tua di kalangan menengah ke bawah sangat keberatan dengan adanya Pungli tersebut.

Sesuai bukti yang ada semoga pihak-pihak yang terkait dapat menindak oknum yang diduga melakukan praktik Pungli di Sekolah MAN 2 Lubuk Pakam, Deli Serdang tersebut. (AVID/r)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *