Terkait Rencana Pembangunan Bendungan Intake Tungel, AMGAM : Lebih Besar Mudharat Daripada Manfaat

463

dutapublik.com – GAYO LUES Aktivis yang tergabung dalam Aliansi Mantan Gerakan Aceh Merdeka (AMGAM) Kabupaten Gayo Lues, kritisi wacana pembangunan Bendungan Intake Tungel Kecamatan Rikit Gaib.

Mereka menilai wacana pembangunan yang digarap oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah tersebut, perlu dikaji ulang secara menyeluruh serta mensosialisasikan dampaknya kepada masyarakat.

Mengingat pembangunan bendungan itu akan berdampak langsung terhadap lingkungan karena akan terjadi perubahan keseimbangan angkutan sedimen.

Mereka juga menganggap, pembangunan Bendungan Intake Tungel dan salurannya akan mengancam Daerah Aliran Sungai (DAS) sepanjang kawasan sungai Tripe dan dikhawatirkan akan menyebabkan bencana ekologi seperti banjir, sedimentasi serta abrasi pada sungai-sungai kecil sepanjang aliran tersebut. Bahkan tidak tertutup kemungkinan areal-areal pesawahan warga yang ada di hulu akan tenggelam karena pendangkalan.

“Menurut saya lebih besar mudharatnya daripada manfaatnya, karena yang diairi hanya sekitar belasan Ha lahan pesawahan di tiga Desa di Kecamatan tersebut, belum lagi di sekitar lokasi juga baru dibangun irigasi yang menelan dana miliaran rupiah, Irigasi Penomon,” sebut ketua AMGAM Jack Gayo, pada Kamis (6/5), melalui siaran persnya.

Jack menilai, kegiatan yang bernilai Rp. 23 milyar lebih bersumber dari dana rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu, tidak relevan dengan jumlah besaran dana yang digelontorkan.

Dan sangat berbanding terbalik jika dana sebesar itu dimanfaatkan dalam pengelolaan di sepanjang DAS Desa Badak yang meliputi dua Kecamatan, seperti Kecamatan Blangkejeren dan Dabun Gelang.

Selain bentangan luasan lahan sawah di areal tersebut mencapai ratusan hektar, juga setiap tahun areal yang disebut sebut sebagai lumbung padi Gayo Lues itu kerap menjadi langganan banjir tahunan.

Untuk diketahui, Bendungan Intake Tungel dan salurannya termasuk proyek prioritas TA 2021 yang bersumber dari dana hibah rehabilitasi dan rekontruksi BNPB.

Nilai pembangunan Bendungan Intake Tungel dalam Syrup Rp. 23.157.982.164. Dan pembangunan saluran Intake Rp. 2.6 miliar lebih dengan luas bentangan mencapai lebih kurang 75 meter, dan ketinggian 1 meter dari titik nol.

Pekerjaan diperkirakan akan mulai dilaksanakan pada awal Juni 2021 mendatang dengan pihak pelaksana sebagai pemenang tender oleh PT. AKT, Pengawas CV. LC dan Perencana adalah CV. PGD.

Sampai berita ini dipublikasikan, pihak awak media belum berhasil meminta tanggapan dari Kepala BPBD Kabupaten Gayo Lues Suhadi, S.E., M.SI., terkait hal tersebut. (AVID/r)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *