dutapublik.com, JAKARTA – Siapa sih sosok Raden Kusnandar Sunyoto Hadinoto, dia adalah Putra dari R Sunyoto Hadinoto dan Roro Moer Herlina berasal dari Jawa Timur, ternyata anaknya bernama Agus Flores.
Silsilah Keluarga Sunyoto Hadinoto dari Turunan Sultan Indra Surya dan Sultan Pantika Candra, memiliki Turunan R Dama Wangsa dan Prabu Brawijaya V (Raja Majapahit) Pernikahan dengan Ratu Campa.
Garis turunan ke bawah Raden Astrodiarjo dan Roro Moerland.
Agus Flores termasuk Putra ke 3 dari 5 Bersaudara, semasa kecilnya memiliki keanehan lain dengan lain.
Apa itu? Dia terlahir dengan Indigonya, nama Asli Agus Flores, menurut Ayahnya bernama Raden Mas Muhamad Agus Rugiarto Darma Sintuvu.
“Saya bilang Indigo karena dari 5 bersaudara dia yang sering bicara dengan leluhur, dan anehnya umur 3 tahun baru bisa jalan, karena cukup besar badannya,” ujar Kusnandar.
Cucu Brawijaya V ini menjelaskan pula,bmasa kecil jarang berbaur dengan interaksi sosial masyarakat, karena tak cakap untuk bicara.
“Dulunya Budo dia, mirip mirip Orang Belanda, saking kelopak matanya berbentuk kucing, saya tidak tau sekarang berubah total, badannya sudah hitam, rambutnya sudah gondrong,” lugas Ortunya.
AKABRI Angkatan ke 3 mengatakan pula, munculnya kecerdasan anaknya masa kuliah, bahkan kuliahnya dirinya sangat mandiri, hasil dari lomba karya karya tulisnya.
“Dinrumah itu Tas Koper penuh dengan goresan tulisannya, banyak karya tulisnya terkait Asal usul negara, Filosofi Pancasila dan Filosofi Negara, alam dan sosiologi,” tegas Putra Sunyoto Hadinoto ini.
Kusnandar menjelaskan pula, sosok Agus Flores ini dianggap berbakti ke Orangtua, dan sangat baik, sering ada jajan mingguan kepada orangtuanya hingga sekarang.
“Saya masih Ingat, nilai IPK Kuliah yang sering A+ soal Pelajaran Ilmu Filsafat, anakku itu pendiam, kalau dia bicara orang pasti ketawa terbahak bahak, karena bisa menyenangkan orang lain,” lanjutnya.
Selain itu sosok Agus Flores sangat rajin telepon Ayahnya, di saat gaduh pikirannya.
“Saya masih ingat, masa kuliahnya dia bersama pamannya datang ke Bupati Mojokerto membawa artikel tulisan Historis Van Java dan Problematika Alam masa depan, sayangnya tulisannya itu disebut Tulisan Orang Stress,” tegasnya.
Kini karya karyanya banyak di plagiat para Ilmuwan.
“Anak saya itu saya monitor terus, menghindar dari stressnya, program ilmiah sekarang sering dipakai, Istilah Fast Respon, Securtiy Sistem, Generasi Digital Tranformasi Medsos dan lain lain,” ujar Alumni STIK Banyuwangi ini.
“Cooling Sytem ini pernah dia cerita sama saya 1 tahun lalu, tapi ngak tau karya dia atau orang lain,” tegas Ortunya.
Dia pun mengatakan anaknya sosok Vivere Pericoloso.
“Pokoknya bangga saya ke anak saya,” tegasnya saat diwawancarai belum lama ini. (Uya)





