dutapublik.com, MADINA – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Pemantau Kebijakan (AMPPK) Kabupaten Mandailing Natal hari ini Selasa (23/07) melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor DPRD Kabupaten Mandailing Natal.
Unjuk rasa yang dimotori oleh AMPPK ini terkait kejelasan dan nasib pelamar Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2023, terutama yang ada di Dinas Pendidikan dan juga Dinas Kesehatan, baik yang menang dan yang kalah. Karena menurut para pengunjuk rasa mereka sudah 7 bulan tidak menerima gaji, sementara mereka dituntut untuk terus bekerja.
Sempat terjadi aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dengan petugas kepolisian yang berjaga, aksi saling dorong ini dikarenakan pengunjuk rasa ingin mendesak masuk kedalam Kantor DPRD karena saat itu tidak ada satupun anggota DPRD yang datang menjumpai mereka.
Setelah berorasi dan menyampaikan aspirasinya, kemudian salah satu anggota DPRD dari komisi satu datang menjumpai para pengunjuk rasa. Massa aksi yang ingin bertemu dengan Ketua DPRD menolak berdialog dengan anggota komisi satu dari fraksi PKB tersebut.
Ada sembilan poin yang menjadi tuntutan aksi dari Aliansi Mahasiswa Pemuda Pemantau Kebijakan (AMPPK) Kabupaten Mandailing Natal tersebut, diantaranya.
Meminta Bupati Mandailing Natal untuk memberi kejelasan atas nasib pelamar PPPK tahun 2023 tersebut, juga meminta agar Bupati dan Wakil Bupati untuk mencopot dan menonjobkan para ASN yang diduga terlibat dalam permainan PPPK.
Selain itu, para pengunjuk rasa juga meminta agar Bupati dan Wakil Bupati mundur dari jabatannya karena dinilai gagal dalam jabatannya. Kemudian meminta Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut tuntas kasus PPPK tahun 2023 baik dilingkungan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.
Massa aksi juga meminta agar Ketua DPRD buka suara, siapa saja oknum yang terlibat dalam kasus PPPK tahun 2023. Karena massa aksi menduga masih banyak yang lempar batu sembunyi tangan, baik pejabat dari Pemerintah Daerah dan Anggota DPRD Mandailing Natal.
Tidak berhasil menjumpai Ketua DPRD Madina untuk menyampaikan aspirasinya, para pendemo pun akhirnya membubarkan diri dengan tertib.(Red)


