Anggota Kelompok Tani Sekar Tanjung Tidak Tahu Juntrungannya Uang Setoran 30% Hasil Penjualan Sapi Bantuan

166

dutapublik.com, TANGGAMUS – Ketua Kelompok Tani Sekar Tanjung mengklaim masih ada 16 ekor sapi betina dan 2 ekor sapi jantan yang dipelihara anggota Kelompok Tani Sekar Tanjung. Namun berdasarkan hasil penelusuran awak media dutapublik.com hanya ada 14 ekor sapi betina yang dipelihara anggota meliputi RW 2 ada 6 anggota, RW 5 satu anggota dan RW 4 ada 7 anggota.

Adapun sapi jantan yang diklaim oleh saudara Sunaryo dengan dalih peremajaan, sapi jantan dimaksud merupakan anak dari induk sapi bantuan yang diterima oleh Kelompok Tani Sekar Tanjung itu sendiri. Lalu kemanakah 9 ekor sapi bantuan itu.

Dimana sebelumnya sampaikan oleh Katiran bahwa sapi bantuan tersebut berjumlah 23 ekor yang meliputi 20 ekor sapi betina dan 3 Ekor sapi pejantan .

Sebelumnya Ketua Kelompok Tani Sekar Tanjung mengakui kalau sapi batuan berjumlah 22 ekor 20 ekor sapi betina dan 2 ekor sapi jantan. Lalu siapakah yang ingat dan siapa pula yang lupa karena ada perbedaan keterangan yang disampaikan Katiran mantan Wakil Ketua BHP dan Sarno selaku Ketua Kelompok Tani Sekar Tanjung.

Untuk diketahui berdasarkan apa yang disampaikan Sunaryo saat dikonfirmasi awak media di kediamannya beberapa waktu lalu, ia mengatakan kalau penjualan sapi oleh para peternak tidak ada yang dijual ukuran besar mayoritas masih ukuran kecil sehingga harga penjualannya pun rendah.

Namun fakta baru terkuak, salah satu anggota Kelompok Tani Sekar Tanjung saat dikonfirmasi awak media dutapublik di kediamannya pada Senin (27/1/2025) mengatakan sejak awal ia memang merawat sapi bantuan dan sampai sekarang sapi yang ia pelihara sudah tiga kali beranak. Dimana anak pertama menjadi miliknya sendiri dan untuk anak ke 2 dan 3 baru setor ke kelompok adapun sistemnya 70% 30%.

“Dari ketiga anak sapi yang saya pelihara semua pejantan, adapun penjualannya dua kali, saya jual masing-masing terjual dengan harga Rp15 juta rupiah, jadi total dua kali jual sapi tersebut adalah Rp30 juta, artinya tinggal dihitung aja kalau setoran kita ke kelompok 30% dari 30 juta berarti saya sudah setor dua kali menjadi 9 juta,” bebernya.

Di tempat terpisah, Sonok saat dikonfirmasi awak media di rumahnya pada Minggu (26/1/2025) mengatakan sapi bantuan yang ia pelihara itu menggantikan Pak Gito karena waktu itu Pak Gito memelihara sapi pribadi dan juga kambing. “Makanya saya gantiin, ya sebenarnya juga saya waktu itu bukan anggota kelompok gak tau kalau sekarang apa sudah dimasukin menjadi anggota apa gak nya saya juga gak nanya-nanya,” ujar Sonok.

Saat disinggung terkait sapi yang ia pelihara sudah berapa kali beranak, Sonok pun menjelaskan kalau sapi yang ia pelihara sudah tiga kali beranak dan ia juga sudah setor ke kelompok adapun sistemnya mungkin sama dengan yang lain 70% 30%.

“Ya sapi yang saya pelihara sudah tiga kali beranak dan kita harus setor 30% ke kelompok adapun uang yang kita setor kita gak ikut ikut dan kita juga gak tau uang itu dibelikan apa, kalau mau lebih jelasnya tanyakan langsung sama ketua Pak Ayok,” pungkasnya. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *