Atlit NPCI Kabupaten Bekasi Diduga Ditelantarkan Dalam Event Asean Paragames

546

dutapublik.com, SOLO – Pembukaan Asean Paragames di solo berlangsung sangat meriah, diwarnai dengan pesta kembang api dan tarian tradisional dari daerah, terbilang spektakuler dan sangat luar biasa.

Pada Asean Paragames ke 11 tahun 2022 tersebut diikuti para atlit dari 11 negara yang tergabung dalam asean, dan terdapat 12 cabang olah raga yang di pertandingkan.

Tidak terkecuali, National Paralympic Commite Indonesia (NPCI) Kabupaten Bekasi, yang juga mengirimkan atlit dan officalnya untuk mengikuti event yang sangat bergengsi tersebut, sekaligus untuk uji pembukaan Peparda Jawa Barat yang akan berlangsung pada November tahun ini.

Akan tetapi ada hal yang diduga sangat miris, menurut salah seorang pengurus NPCI Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam tim official yang berangkat ke Solo tersebut mengatakan bahwa akibat dari pemberangkatan yang tidak terkoordinir dengan baik, diduga terdapat pengurus atau offical yang mengaku dirinya di terlantarkan. Bahkan pemberian uang saku kepada para pengurus terkesan terjadi pilih kasih, ada yang tidak diberikan uang saku, kata narasumber yang tidak bersedia disebutkan namanya itu, Senin (1/8).

Padahal, kata narasumber melanjutkan, pada tahun anggaran 2022 ini NPCI Kabupaten Bekasi telah mencairkan anggaran dana hibah 1 sebesar Rp17.9 milyar.

Dikatakan dari narasumber juga dirinya membandingkan antara NPCI Kabupaten Bekasi dengan NPCI Jawa Barat, dan dari daerah lain di Jawa Barat, kata dia pada induk semangnya yaitu NPCJ Jawa Barat pengaturannya sangat profesional, dengan memperhatikan kesejahteraan para pengurus yang luar biasa, terkoordinir dengan baik dalam segala pengaturannya.

Karena itu ia juga meminta kepada Ketua Umum NPCI Jawa Barat Supriatna Gumilar, agar kejadian tersebut dijadikan bahan kajian dan evaluasi kedepan sehingga lebih selektif untuk kepengurusan NPCI Kabupaten Bekasi yang lebih profesioanl 

“Ya benar, saya merasa diterlantarkan dalam keberangkatan dan sesampainya di Solo, saya tidak diberikan uang saku baik dari sejak mau berangkat, hingga sudah sampai di Solo. padahal pengurus dan offical lainnya diberikan,” ungkap narasumber.

“Dan hal itu sempat saya tanyakan melalui pesan whatsapp ke bendahara umum ( bendum) NPCI Kabupaten Bekasi Nurul Arifin dan katanya, uang saku saya akan ditransfer setelah sampai di Solo, akan tetapi sampai saat ini, sudah dua hari saya di Solo, belum juga diberikan. Atas kejadian ini saya sangat kecewa, saya berharap atas kejadian ini dijadikan bahan evaluasi oleh Ketua NPCI Jawa Barat, agar didalam menyikapi kepengurusan NPCI kedepan lebih selektif sehingga hal serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Sementara Ketua NPCI Kabupaten Bekasi Kardi Leo ketika dikonfirmasi lewat telepon mengatakan, bahwa tim yang berangkat ke Solo sudah ditentukan, dan semua yang tergabung dalam rombongan tim, uang saku sudah diberikan, adapun apabila ada yang belum diberikan, karena yang bersangkutan berangkat dengan orang lain, tidak berangkat bersama dengan timnya. (SS)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *