Bank Intan Jabar Kembali Kecewakan Nasabah, FPPG Minta Uang Seluruh Nasabah Segera Dikembalikan

419

dutapublik.com, GARUT – Persoalan Bank Intan Jabar belum juga beres sampai saat ini dan malah menimbulkan babak baru. Dimana sesudah ada bantuan pencairan modal dari pemegang saham sebesar 30 miliar yang direncanakan untuk pengembalian uang kepada nasabah serta untuk pelayanan operasional agar BIJ bisa beroperasi dalam menagih uang-uang yang macet di nasabah. 

Akan tetapi semuanya itu mendapat krtitikan pedas dari Ketua Umum DPP FPPG, Asep Nurjaman. Ia menegaskan Bank Intan Jabar (BIJ) itu jalan di tempat dan tidak ada sebuah perbaikan yang signifikan Padahal sudah ada 3 direksi definitif yang ditunjuk oleh pemegang saham serta sudah diberi lagi suntikan dana modal untuk memulihkan kembali BIJ tersebut.

Asep merasa kecewa, selama dikasih suntikan modal dari pemegang saham sebesar 30 miliar dipakai untuk pengembalian kepada nasabah berapa dan dipakai operasional berapa. “Kan harus jelas adanya keterbukaan publik kepada masyarakat Garut agar kepercayaan publik kepada BIJ ada sedikit tumbuh, akan tetapi ini kan tidak ada transpransi publik,” ujar Asep, Sabtu (26/8/2023).

Ia juga pertanyakan langkah konkrit dari 3 direksi baru dalam penyelesaian kasus ini seperti apa dan pengembalian uang kepada seluruh nasabah seperti apa. 

J”angan sekedar hanya menunggu dan menunggu bantuan pinjamaan modal dari Bank BJB sebesar 550 miliar, itu kan cuma pengajuan belum juga acc. Dan kalau pun juga di acc oleh BJB itu kan harus jelas peruntukannya untuk apa aja,” jelasnya.

Masih kata Asep, BIJ pun sekarang sedang tersandung kasus hukum dimana saat ini kasusnya sedang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Jabar.

“Bank BJB harus berpikir kembali untuk memberikan modal kepada bank yang sedang tersandung hukum serta uang BJB itu kan uang rakyat bukan uang pribadi harus jelas sistem pinjamannya seperti apa dan regulasi seperti apa,” jelasnya.

Asep juga merasa sedih dan prihatin, masyarakat yang mau ambil uangnya hanya diberi harapan palsu. “Kalau management BIJ baru terus membiarkan seperti ini, maka akan terjadi rush gelombang kedua yang lebih dahsyat lagi,” pungkasnya. (MD/RD)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *