dutapublik.com, KARAWANG –Peningkatan jalan Johar-Gempol (segmen) Leuweungseureuh, yang baru saja dicor beton nampak sudah retak. Penyebab Crack Rigid Beton jalan diduga karena Dak Beton keropos sehingga berdampak yang kurang baik. Agregat yanh terlalu kasar juga kurangnya butiran halus termasuk semen dan faktor air semen yang tidak sempurna.
Pemadatan yang tidak sempurna sebab rapatnya tulangan juga pasta semen keluar karena asal cetakan yang tidak rapat, serta lain-lainnya kerusakan semacam ini umumnya ditimbulkan dari cetakan (Begisting) yang tidak rapih atau tidak rapat hal ini mengakibatkan pasta semen mengalir keluar dan menyebabkan beton coran keropos dan retak.
Nampak dalam proyek tersebut sudah mengalami keretakan di sejumlah titik. Bahkan terdapat pula retakan yang cukup lebar meskipun diduga sudah dilakukan pengeleman menggunakan aspal cair.
Dari pemantauan di lokasi di wilayah proyek peningkatan jalan Johar-Gempol, sejumlah titik dari cor beton sudah mengalami retak- retak, bahkan terdapat pula retakan yang cukup lebar dan tampak bekas dilakukan pengeleman menggunakan aspal cair.
Salah satu warga setempat berinisial Siw mengatakan bahwa betonisasi jalan itu baru beberapa hari selesai dikerjakan, namun sudah mengalami keretakan dan sementara belum dilewati oleh kendaraan roda 4.
“Terpantau di lokasi, proyek berlabel Milyaran rupiah ini sudah dalam kondisi retak di beberapa titik, diduga karena rendahnya mutu serta kualitasnya bahan yang murah,” ucap Siw.
Peningkatan jalan Johar-Gempol yang diperkirakan memiliki volume panjang sekitar 1483 meter, dengan lebar volume 6 meter dikerjakan oleh Cv. Raja Astina, No.Kontrak 027.2/101/10.2.01.2.01.08.2.18/KPA-JLN/PUPR/2022. Tanggal Pelaksana 13 Juli 2022, dengan Nilai Kontrak. Rp. 4.496.214.000,-. Dengan Waktu pelaksana 150 hari kalender sumber Dana APBD Kabupaten Karawang, Tahun Anggaran 2022.
Penyedia jasa dalam pekerjaannya diduga sarat akan korupsi.
Pantauan awak media dilokasi yang saat ini masih dalam pekerjaan, terlihat bangunan jalan yang sudah jadi belum genap beberapa hari sudah retak retak.
Selain itu, dengan anggaran cukup luar biasa yaitu miliyaran para pekerja tidak memakai seragam alat Safety proyek atau alat pelindung diri (APD) sehingga kuat dugaan pelaksana terindikasi dugaan Korupsi.
“Proyek peningkatan jalan cor beton ini baru sekitar beberapa waktu lalu selesai dikerjakan. Namun di sejumlah titik dari coran mengalami retak retak,” ucapnya.
Warga di sini pun menyangkan, kata Siw peningkatan jalan Johar-Gempol, jalan yang sudah diperbaiki tapi tidak sesuai harapan. Berharap kualitas jalan lebih baik, jangan sampai seperti yang sekarang ini.
“Baru saja beberapa waktu di kerjakan sudah rusak dan cornya juga sudah mengalami retak-retak, seperti yang di sekitar itu,” tandasnya.
Siw, juga mengira perkerjaan terebut diduga tidak sesuai Bestek karena kata Siw, dari hasil yang ia liat di lokasi yang didampingi sejumlah awak media ada beberapa titik yang sudah mengalami keretakan.
“Dikarenakan ini masih masa pemeliharaan kami berharap pihak pemborong maupun pihak Instansi terkait dan konsultan sebagai pengawas proyek tersebut bisa segera memperbaiki,” pungkas Siw (Bunsal)


