dutapublik.com, PONOROGO – Program Dosen Mengabdi Pulang Kampung IPB University tahun 2026 resmi digelar di Desa Kutu Wetan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Produktivitas & Kualitas Hasil Panen Melalui Deteksi Dini Penyakit Padi serta Teknologi Pengeringan Padi yang Tepat” ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Ponorogo, Tony Sumarsono, S.Sos., M.Si.
Dalam sambutannya, Tony menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim pengabdi IPB University yang telah memilih Desa Kutu Wetan sebagai lokasi pendampingan.
“Kegiatan ini sangat berharga bagi para petani kita. Pengetahuan tentang deteksi dini hama dan penyakit serta teknologi pasca panen akan sangat membantu meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil tani,” ujar Tony.
Pelatihan yang berlangsung di balai desa tersebut diikuti dengan penuh antusiasme oleh 35 petani setempat. Panitia menghadirkan dua pakar dari IPB University sebagai narasumber utama.
Narasumber pertama, Dr. Tjahja Muhandri, menyampaikan materi tentang Teknologi Pengeringan Padi. Ia menjelaskan prinsip, metode, dan penggunaan alat pengering yang efisien agar kadar air gabah berada pada level optimal saat dijual.
Menurutnya, pengeringan yang tepat menjadi kunci untuk mencegah tumbuhnya jamur, memperpanjang masa simpan gabah, dan menekan kerugian pasca panen yang selama ini sering dialami petani.
Materi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Hermanu Triwidodo tentang Pengelolaan Preemtif Hama Padi Pasca Kemarau Panjang. Dalam sesinya, ia menguraikan cara deteksi dini gejala serangan hama dan penyakit padi serta langkah penanganan preventif yang tepat.
Ia secara khusus menyoroti kondisi pasca kemarau panjang yang rentan memicu ledakan populasi hama, sehingga petani harus bersiap lebih awal sebelum kerusakan tanaman meluas.
Melalui kegiatan ini, petani Desa Kutu Wetan diharapkan mampu:
1. Mendeteksi secara dini tanda-tanda penyakit dan serangan hama pada tanaman padi 2. Menerapkan teknologi pengeringan yang tepat guna meningkatkan kualitas gabah 3. Mengantisipasi risiko pasca kemarau panjang yang berpotensi menurunkan hasil panen 4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan melalui peningkatan mutu hasil tani
Program Dosen Mengabdi Pulang Kampung ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan, demi mewujudkan pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Acara pelatihan diakhiri dengan sesi praktik bersama melihat langsung alat pengeringan padi. (Muh Nurcholis)






