Dede Farhan Aulawi Hadiri Pelantikan Dan Pengukuhan Pengurus Besar Asosiasi Pencak Silat Disabilitas Indonesia

360

dutapublik.com, JAKARTA – “Berangkat dari pemikiran pentingnya untuk terus melestarikan seni pencak silat di tanah air, dan juga memberikan wadah bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas yang memiliki peminatan di bidang pencak silat, maka APSDI ini dibentuk. Ada cita-cita luhur dan mulia dari seluruh jajaran pengurus PB APSDI, dan melalui perjalanan panjang sehingga akhirnya kepengurusan bisa dilantik dan dikukuhkan pada hari Minggu, 27 April 2025, di aula sekolah Marroco Islamic School, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,” ujar Penasihat PB APSDI, Dede Farhan Aulawi, di Jakarta, Minggu (27/4).

Hal tersebut ia sampaikan saat dirinya menghadiri dan memberikan beberapa saran serta masukan bagi seluruh jajaran pengurus dalam kapasitasnya sebagai Dewan Penasihat APSDI. Menurutnya, seluruh jajaran pengurus PB APSDI harus siap berlari mengikuti irama waktu, karena setelah dilantik, serangkaian rencana kegiatan sudah menanti di depan mata. Mulai dari beberapa event kompetisi, seperti Kejuaraan Nasional Pencak Silat Ibu Titiek Soeharto Championship, sampai kompetisi pencak silat tingkat internasional di tahun depan.

“Untuk itulah, seluruh jajaran pengurus harus kompak dan semangat menjaga komitmen serta mempersiapkan stamina yang prima dalam menjalani rangkaian program yang harus segera dilaksanakan. Di saat yang bersamaan, kepengurusan organisasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota juga harus segera terwujud,” tambahnya.

Namun demikian, dirinya sangat yakin dengan semangat seluruh jajaran pengurus di bawah kepemimpinan Ketua Umum Hartanto Satyo Nugraha. Apalagi, dalam acara tersebut jajaran pembina, pengawas, dan penasihat juga datang langsung dan turut menyampaikan sambutannya.

Tak lupa, selaku Dewan Pakar Forum Bela Negara Jawa Barat, Dede Farhan Aulawi juga mengingatkan pentingnya cinta tanah air dan cinta seni budaya warisan leluhur bangsa, di mana salah satunya adalah seni bela diri pencak silat yang sudah diakui UNESCO sebagai warisan takbenda bangsa Indonesia.

“Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk terus memperkuat organisasi, baik yang bersifat teknis, seni, maupun manajerial organisasi. Mungkin juga ke depan perlu pembekalan Strategi Pengembangan Profesi Pencak Silat, Tata Kelola Padepokan/Paguron Pencak Silat, Terapi Pijat Pendekar, Komunitas Intelijen Pendekar Nusantara, dan lain-lain. Jadi masih perlu banyak waktu untuk membahas berbagai hal yang terkait dengan implementasi program guna mewujudkan visi dan misi APSDI,” pungkasnya. (Yasin Al Amin)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *