dutapublik.com, MEMPAWAH – Kelangkaan BBM masih dirasakan supir truk hingga saat ini, kelangkaan tersebut disebabkan salah satunya adalah diduga adanya praktik mafia yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal itu terjadi sudah cukup lama bahkan bertahun-tahun demi keuntungan segelintir kelompok saja.
Mirisnya lagi demi mendapatkan solar supir pengemudi harus rela menginap di lokasi sekitar SPBU.
Salah seorang supir beberapa waktu lalu setelah tertib 1 (satu) kali putaran mobil truck mendapatkan 80 liter di setiap SPBU di beberapa wilayah Kalimantan Barat khususnya Kecamatam Sungai Pinyuh. Kini kembali mendengar keluhan para supir truk ekspedisi antar Kota/ Kabupaten antri tidak mendapatkan BBM sejak lama mereka mengatakan,
“Bahwa solar subsidi SPBU di Sungai Pinyuh disikat tak tersisa, 1 (satu) hari sebanyak 8.000 liter oleh mafia BBM Preman mengunakan tangki siluman berkedok mobil Box, Bus”, ungkap Pria berinisial S. Minggu (30/10) pukul 02.35 pagi.
Tangki siluman yang digunakan untuk melakukan pengisian BBM jenis solar bersubsidi oleh para penglangsir minyak beragam ukuran dan jenis mobil untuk mengelabuhi, mulai dari ukuran 200 liter, hingga kapasitas besar, lebih dari 1 (satu) ton untuk satu kali pengisian.
“Biasanya sampai menghabiskan waktu lebih dari 1 (satu) jam saat melakukan pengisian, sampai warga dan kami sopir ekpedisi yang ikut antri minyak kadang tidak kebagian,” ungkap salah satu warga berinisial HA, yang juga sering melakukan pengisian BBM jenis solar bersubsidi. (Abdul Mutolib).




