dutapublik.com, SUBANG – Hujan dan angin kencang yang muncul di Kampung Langkap, Desa Padamulya, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang diketahui cukup deras dan kencang, pada Selasa siang (29/3). Bahkan Maman dan Fatimah, salah satu warga yang mengadakan acara Resepsi khitanan putra keduanya cukup ketar-ketir disaat hujan tersebut turun.

Maman Dan Fatimah Warga Cipunagara Subang
“Sekitar jam dua siang, itu hawu yang buat masak (tungku-red) kebanjiran. Tapi alhamdulillah tak berselang lama, hujanpun reda hingga aktifitas si Bibi dapur bejalan kembali,” ungkap Fatimah.
Namun Fatimah tetap bersyukur, walaupun hadirnya cuaca yang cukup ekstrim dalam acaranya tersebut, untuk tamu undangan yang datang dinilai banyak.
“Alhamdulillah selain daripada tamu undangan dari para tetangga, keluarga dekat maupun jauh dari luar kota, termasuk Pak Kades Ade Supriyatna dan Istrinya Ibu Ani hadir. Padahal hujan loh..” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Maman selaku suami dari Fatimah dan Ayahanda dari Haikal si pengantin sunat. kepada awak media dutapublik.com mengakui dirinya sempat was-was, namun setelah berdo’a dirinya merasa kembali tentram.
“Awalnya sedih juga was-was, hujan dibarengi angin sih deras juga. Ya sempet khawatir sebab ini khitanan anak saya, tapi saya berdo’a sama keluarga semoga hujan ini cepet reda.”

Beberapa Area Hajatan Nampak Basah Usai Diguyur Hujan
“Dan pas reda, saya jadi ingat sama pawang hujan Mandalika itu bang…” selorohnya.
“Pokoknya Alhamdulillah, saya bersyukur dan berterima kasih kepada Allah, dan saudara saya semua. Acara berjalan beres, aman dan yang tidak kalah penting anak kedua kami ini gembira,” jelasnya.
Patut diketahui, sebagaimana adat dalam pelaksanaan acara resepsi pernikahan atau khitanan di daerah Jawa Barat pada umumnya tidak kurang dari dua hari. Dan dalam acara bahagia Maman sekeluarga kali ini, diselingi dua hiburan khas masyarakat sekitar, antara lain Odong-odong (Sisinga’an) dan Pongdut (Jaipongan Dangdut). (Iwan Ridwan/A. Sumarno)


