
Pendistribusian Peralatan sekolah
dutaublik.com, CIANJUR – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Cianjur rencananya akan melaksanakan launching pembelajaran kepada sekolah yang terdampak pada tanggal 19 Desember 2022 bertempat di SMPN 1 Warung Kondang Kecamatan Warung Kondang Kabupaten Cianjur. Sekaligus pemberian School Kids (Peralatan Sekolah) dari berbagai jenjang mulai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD dan SMP.
Demikian dikatakan Kepala Bidang SMP Pada Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga Kabupaten Cianjur Helmi Halimudin di sela-sela pemberian School Kids (Peralatan Sekolah) bertempat di halaman Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga baru-baru ini.
Helmi menambahkan saat ini sedang mendistribusikan school Kids (Peralatan Sekolah) ke sekolah-sekolah terutama sekolah yang terdampak bencana gempa bumi untuk diberikan kepada siswa.
“Kenapa diberikan sekarang padahal launchingnya tanggal 19, alasannya kami ingin pemberian peralatan sekolah agar lebih transparan, ” ucap Kabid.
Adapun pemberian peralatan sekolah diantaranya ada tas sekolah, buku, pensil dan yang lainnya atau ATK (Alat Tulis Kantor).
“Bantuan peralatan sekolah bagi gempa Bumi ini merupakan bantuan dari Kemendikbud yang kami distribusikan secara langsung walaupun belum terpenuhi untuk semua siswa. Namun kami terus distribusikan berdasarkan data yang masuk dan disesuaikan dengan jumlah barang asalkan semuanya terbagi dengan rata, ” papar Kabid.
Dijelaskan kabid, adapun siswa yang membutuhkan Peralatan sekolah silahkan lapor ke wali kelasnya masing-masing. Sehingga nantinya mereka terdata,
“sehingga kami tidak akan mengambil data dari mana-mana. Karena kita pasang Goegle Form untuk pendataan ke setiap sekolah. Kami sebar goegle Form tersebut agar setiap sekolah mengisi kebutuhan apa saja yang diperlukan, sehingga kami pun melihat berdasarkan data yang ada di goegle form secara riil, ” beber Kabid.
Masih kata Helmi sejak terjadinya Gempa 21 November 2022 lalu Dinas pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Cianjur telah menyalurkan bantuan secara bertahap dan berlangsung hingga kini.
“Bantuan tersebut berupa tenda ke sekolah-sekolah dan Trauma Healing, ” tandasnya. (Yani).




