EDGE dan Republikorp Resmikan Kerja Sama USD 7 Miliar Untuk Perkuat Industri Pertahanan Indonesia

310

dutapublik.com, ABU DHABI – EDGE resmi menandatangani kerja sama strategis dengan Republikorp, perusahaan induk swasta nasional yang menjadi mitra strategis pemerintah di sektor pertahanan, dalam ajang Dubai Airshow 2025 (DAS 2025). Penandatanganan dilakukan oleh Hamad Al Marar, Managing Director dan CEO EDGE, bersama Norman Joesoef, Founder Republikorp. Acara tersebut turut disaksikan oleh Deny Lesmana, Konsulat Jenderal Republik Indonesia untuk Dubai, serta perwakilan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Marsekal Pertama TNI Jon Keneddy Ginting, selaku Kapus Alpalhan.

Kerja sama ini mencakup transfer teknologi (ToT), produksi dalam negeri, pengembangan sistem bersama, dan program modernisasi komprehensif bagi Tentara Nasional Indonesia. Dengan nilai total USD 7 miliar, paket pembiayaan dan pengadaan ini menjadi program internasional terbesar EDGE hingga saat ini, yang difasilitasi melalui Uni Emirat Arab untuk mendukung modernisasi pertahanan Indonesia, peningkatan kapabilitas teknologi, serta percepatan kemandirian industri nasional.

Ruang lingkup kolaborasi meliputi portofolio sistem pertahanan mutakhir, termasuk sistem rudal pertahanan udara SKYKNIGHT, kendaraan tempur infanteri (IFV) generasi terbaru, kapal rudal siluman tanpa awak, kapabilitas pertahanan siber, serta fasilitas produksi amunisi kaliber kecil sebagai bagian dari penguatan rantai pasok strategis Indonesia.

Hamad Al Marar, Managing Director dan CEO EDGE, menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi tonggak penting dalam ekspansi global perusahaan.

“Melalui kemitraan dengan Republikorp, kami membantu membentuk ekosistem pertahanan yang modern, mandiri, dan berkelanjutan untuk memperkuat keamanan nasional dan kapasitas industri Indonesia. Program ini menunjukkan komitmen kami terhadap kolaborasi jangka panjang, transfer teknologi, dan pengembangan sistem terintegrasi yang maju.”

Founder Republikorp, Norman Joesoef, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah besar menuju otonomi pertahanan dan kemandirian industri nasional.

“Inisiatif senilai USD 7 miliar ini mencerminkan visi bersama untuk memperkuat kemampuan melalui transfer teknologi, inovasi lokal, dan pembangunan tenaga ahli. Bersama EDGE, kami tidak hanya berinvestasi pada sistem pertahanan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi industri pertahanan yang berkelanjutan. 

Tentang Republikorp

Republikorp adalah perusahaan induk swasta nasional yang berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemandirian industri pertahanan Indonesia. Republikorp berhasil meyakinkan berbagai produsen dan pemilik teknologi internasional untuk mengadopsi serta membangun lini produksi di dalam negeri melalui skema joint venture guna mencapai kemandirian industri pertahanan nasional.

Tentang EDGE

EDGE adalah grup teknologi pertahanan terkemuka asal Uni Emirat Arab yang berfokus pada solusi inovatif dan teknologi strategis, mencakup sistem otonom, siber, propulsi canggih, dan robotika. Dengan lebih dari 35 entitas dalam lima klaster utama, EDGE mendorong modernisasi pertahanan, kemandirian industri, dan perluasan kapabilitas ekspor melalui kolaborasi serta transfer teknologi. Informasi lebih lanjut tersedia di edgegroup.com. (red)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *