Edukasi Lapangan, KPH Randublatung Ajak 40 Anak Usia Dini Tanam Pohon

395

dutapublik.com, BLORA – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung Kabupaten Blora mengajak 40 anak usia dini dari siswa Taman Kanak-kanak (TK) Tunas Rimba V, Desa Ngliron Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora belajar menanam pohon di lokasi petak 4 RPH Kedungringin BKPH Ngliron KPH Randublatung, Selasa (7/12).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan jiwa gemar menanam bagi anak-anak usia dini, dengan pengenalan menanam pohon kepada anak usia dini diharapkan kelak di kemudian hari setelah anak tersebut tumbuh dewasa akan tertanam dan mempunya jiwa cinta alam dan lingkungan.

Hadir dalam acara tersebut, Administratur Perhutani KPH Randublatung Dewanto, Pengasuh dan Guru Taman Kanak Kanak (TK) Tunas Rimba V Desa Ngliron Kecamatan Randublatung, Kepala Desa Ngliron Muntono, Babinkamtibmas Desa Ngliron Bripka Munadi, Kasi Keuangan Umum, SDM Juko Budiyanto, Wakil Administratur Wilayah Selatan Kusmanto, Kasi PSDHL Perhutani Randublatung Lukman Jayadi, Kasi PBB Perhutani Randublatung Rastim, serta karyawan Perhutani KPH Randublatung.

Administratur Perhutani KPH Randublatung Dewanto, di dalam acara tersebut tersebut menyampaikan ungkapan rasa senang bisa memberikan edukasi dan pengenalan lingkungan bagi anak-anak usia dini, pengenalkan pendidikan lingkungan kepada anak harus dilakukan sedini mungkin. “Jika ini dilakukan, besar harapan kelak setelah tumbuh dewasa anak tersebut akan mempunyai jiwa yang cinta alam dan peduli terhadap lingkungan,” ucapnya.

“Saya sangat senang atas terselengarakanya kegiatan ini, pengenalkan pendidikan lingkungan kepada anak harus dilakukan sedini mungkin. Jika ini dilakukan, besar harapan kelak setelah tumbuh dewasa anak tersebut akan mempunya jiwa yang cinta alam dan peduli terhadap lingkungan,” ujar Dewanto.

Sementara itu guru pendamping dari TK Tinas Rimba V Ngliron, Yanti, S.Pd., sangat berterimakasih kepada Perhutani. “Kegiatan pembelajaran di luar sekolah seperti ini dapat merangsang anak tumbuh dan berkembang dengan optimal, dimana pada masa ini otak lebih mudah menyerap berbagai informasi, baik yang dilihat, didengar, atau dirasakan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kecintaan anak-anak pada lingkungan,” ucapnya. (Ysn)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *