dutapublik.com, BEKASI – Di tengah masa pandemi Covid-19, Forum Kesenian Kebudayaan Bekasi (FKKB) terus bertahan dengan eksistensinya.
Guna mempertahankan kehidupan di masa pandemi, para pelaku seni tetap berkreasi dan bahkan masih peduli terhadap sesama dengan menyumbangkan hasil dari ngamennya ke anak yatim piatu. Gelar kreasi tersebut diadakan di titik pertigaan Kedungwaringin, pada minggu (31/10).
Budi Demang Ketua umum Forum Kesenian Kebudayaan Bekasi mengatakan bahwa para pelaku Seni yang tergabung di FKKB sangat mengharapkan perhatian pemerintah Kabupaten Bekasi untuk berjalannya organisasi ini, khususnya kesejahteraan.
Dikatakan Demang, dengan gelar kreasi ini yang disebut Ngamen, dari hasil ngamen ini FKKB kumpulkan untuk kas, dan sisanya disisihkan untuk membantu anak yatim piatu. “Ngamen ini Kami adakan di titik-titik yang sudah aman dan mendapatkan izin dari pemerintah setempat melalui PKC kami yang ada di Kecamatan, seperti sekarang yang sedang kami lakukan di Kedungwaringin ini,” jelas Demang.
FKKB adalah wadah organisasi Kesenian dan Kebudayaan yang dibentuk Disbupora Kabupaten Bekasi pada tahun 2019 yang sampai saat ini tidak mendapat perhatian sama sekali dari Pemerintah Kabupaten Bekasi baik dari segi pembinaan maupun lainnya.
Di FKKB ini ada beberapa komunitas seni antara lain, Perkumpulan Seni Tradisional dan modern (Jaipong, Topeng dan Orgen tunggal), gabungan pemain Keyboard, suling, video dan fotografer, Penari, dan ada juga Ajeng kesenian Asli Bekasi yang hampir punah yaitu cikal bakal kesenian Tanjidor Bekasi.
“FKKB dibentuk sudah sampai tingkat kecamatan, dan kami juga membantu program pemerintah untuk mengedukasi masyarakat dalam mensukseskan vaksinasi, seperti saat ini di lakukan di Desa Karangreja, Kecamatan Pebayuran dengan mengemas kreasi seni untuk mendorong masyarakat datang ke gerai-gerai vaksin,” ujarnya.
“Kami berharap ke depan FKKB salah satu organisasi seni yang ada di Kabupaten Bekasi mendapatkan perhatian dari Pemkab Kabupaten Bekasi,” tuturnya.
Ketua PKC FKKB Kecamatan Kedungwaringin Topan menambahkan kreasi Ngamen ini digelar tetap selalu mentaati protokol kesehatan untuk dan melakukan giat ini pihaknya sudah memperoleh izin dari pemerintah setempat. (SS)





