dutapublik.com, TANGGAMUS – Alamak setelah terbitnya pemberitaan terkait adanya dugaan tilap bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang terjadi di SDN 1 Pekon Badak, Kecamatan Limau, Kabupaten Tangamus, kini mulai muncul oknum-oknum terkesan mengintimidasi wali murid penerima batuan, hal itu disampaikan oleh wali murid pada awak media pada Selasa (21/2).
Menurut wali murid oknum tersebut sudah dua kali datang ke rumahnya.
“Jebetulan saya lagi gak ada di rumah. adapun maksud dan tujuannya, saya belum tau pasti, yang jelas dia sempat mempertanyakan terkait buku tabungan PIP milik anak saya, bahkan dia tak segan- segan bilang sama istri saya, memintak saya untuk mengambil buku tabungan tersebut dari tangan orang yang sudah saya percayakan untuk mengurus permasalahan ini, ” ungkpanya.
“Adapun alasan yang oknum itu sampaikan pada istri saya dengan berdalih, sama sekali tidak masuk akal, takut buku tabungan itu hilang padahal kita sama-sama orang sini bukan orang jauh, pastilah kita tau orangnya dan profesinya pun sama dengan kalian artinya dia itu kan wartawan juga seharusnya gak kaya gitu caranya seakan menjadi beking para guru sekolah yang sedang ada masalah, ” bebernya.
“Sedangkan saya membuat surat pernyataan itu gak ada unsur paksaan dan juga surat tersebut pernah ditujukan di depan kepala sekolah pak Pairin ada juga guru, dari Ormas juga ada, jadi dalam permasalahan ini semua masalah yang sudah saya percayakan dengan orang untuk mengurusnya udah gak mungkin saya mau tarik kembali, ” tandasnya.
“Intinya setelah berita itu terbit, hari ini aja Maulana sudah dua kali datang ke rumah mau ketemu saya, tapi kebetulan saya juga lagi keluar jadi gak ada di rumah. saya juga gak paham apa maksudnya Maulana ngomong sama istri saya, si Maulana ini bilang sama istri saya menyuruh saya untuk mengambil buku tabungan anak saya dari tangan orang yang saya sudah kuasakan untuk mengurus terkait dana PIP anak saya, karena dia sudah dua kali ke rumah, jadi sekarang istri saya menjadi ketakutan, ” pungkasnya.
Tak hanya nama Maulana yang muncul dengan mencuatnya pemberitaan terkait adanya dugaan tilap bantuan PIP di SDN 1 Pekon Badak, yang lebih hebatnya lagi diduga anak dari guru selaku pengurus PIP ikut-ikutan. Bahkan saat iya menghubungi awak media mengatakan kalau di Pekon Badak banyak LSM dan Wartawan yang lebih senior ketimbang kamu,” imbuhnya.
Menurutnya, mereka berdua itu sudah lama jadi media dan LSM, kemudian selama ini di sekolah SDN 1 Pekon Badak itu tidak pernah ada masalah selama ini gak pernah ada kasus tapi kenapa kok tiba – tiba ada kasus, sedangkan yang meliput di situ ada teman metan sendiri, maksud saya apakah kamu sudah tidak kenal saya lagi, apa gak ada penglihatan lagi,” ucapnya.
Saat dihubungi awak media dutapublik.com via telpon selular Mualana mengatakan kalau kedatangannya ke rumah wali murid tidak ada maksud apa – apa.
“saya cuma mengingatkan takut buku tabungan itu hilang, tapi kalau memang ada yang bertanggung jawab, ya gak papa,” ujarnya.
“Terkait masalah bantuan PIP kalau memang sekolahan itu salah ya salah lah, gak bisa diapa-apain. Apa lagi kalau mau back up ya gak bisa. Sekali lagi kalau masalah saya datang kemaren ke rumah wali murid itu ya cuma mengingatkan aja takut ilang, karena itu warga Badak satu Pekon dengan saya lagi pula masih saudara juga,” kilahnya.
“Yang jelas saya gak ada maksud apa apa dan cuma mengingatkan takut hilang buku tabungannya, kalau ada yang bertanggungjawab ya gak masalah, tapi kalau untuk PIP kalau sekolah itu salah ya salah, apalagi kalau saya mau back up ya gak bisa,” pungkasnya. (Sarip).



